Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

NIH dan CDC Hentikan Dana Penelitian COVID-19, Risiko Kesiapsiagaan Masa Depan

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (12mo ago) health-and-medicine (12mo ago)
26 Mar 2025
301 dibaca
1 menit
NIH dan CDC Hentikan Dana Penelitian COVID-19, Risiko Kesiapsiagaan Masa Depan

Rangkuman 15 Detik

Penghentian dana penelitian COVID-19 dapat menghambat kemajuan dalam pengembangan pengobatan baru.
NIH dan CDC menganggap pandemi telah berakhir, tetapi banyak ilmuwan berpendapat bahwa penelitian masih penting.
Penghentian dana mencakup berbagai topik penelitian, termasuk isu-isu sosial dan kesehatan masyarakat.
Virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 telah membunuh lebih dari 1,2 juta orang di AS. Kini, National Institutes of Health (NIH) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mulai membatalkan dana penelitian terkait COVID-19 yang mencapai miliaran dolar. Menurut dokumen internal NIH, dana ini diberikan untuk mengatasi dampak pandemi, dan sekarang dianggap tidak lagi diperlukan karena pandemi dianggap telah berakhir. NIH berencana untuk menghentikan banyak proyek penelitian, termasuk program senilai Rp 9.64 triliun ($577 juta) yang bertujuan mengembangkan obat antivirus untuk SARS-CoV-2 dan virus lain yang berpotensi menyebabkan pandemi. Para ilmuwan menganggap keputusan ini sangat pendek pandang, karena penelitian tentang virus dan respons pemerintah terhadap pandemi sangat penting untuk mencegah pandemi di masa depan. NIH biasanya hanya membatalkan beberapa proyek setiap tahun, tetapi kali ini mereka akan menghentikan banyak proyek sekaligus, termasuk penelitian tentang isu-isu sosial seperti keadilan lingkungan dan identitas gender. Keputusan ini diambil oleh staf yang ditunjuk, karena dianggap bahwa staf ilmiah terlalu terpengaruh oleh kepemimpinan saat ini.

Analisis Ahli

Jason McLellan
Pembatalan proyek antivirus berisiko membahayakan pengembangan pengobatan penting dan kesiapsiagaan terhadap pandemi masa depan.