Dampak Besar Kebijakan NIH Baru: Penelitian HIV dan Tuberkulosis Terancam Terhenti
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
30 Mei 2025
272 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kebijakan baru NIH dapat menghentikan dana untuk banyak percobaan penting dalam penelitian kesehatan global.
Partisipan percobaan, terutama dari populasi rentan, akan terpengaruh secara langsung oleh kebijakan tersebut.
Tindakan NIH dapat meningkatkan ketidakpercayaan dalam sistem medis di antara populasi yang terlibat dalam penelitian.
US National Institutes of Health (NIH) mengeluarkan kebijakan baru yang melarang subawards asing dalam pendanaan riset. Kebijakan ini mempengaruhi banyak proyek riset penting yang melibatkan kolaborator luar negeri, termasuk penelitian terkait HIV dan tuberkulosis.
Peneliti seperti Amita Gupta yang menjalankan uji klinis besar dengan ribuan peserta kini menghadapi ancaman penghentian pendanaan secara mendadak. Akibatnya, peserta uji klinis berisiko kehilangan akses ke pengobatan dan perawatan penting.
Beberapa penelitian penting lainnya, seperti uji coba obat malaria pada bayi di Uganda, juga terancam berhenti di tengah-tengah fase krusial. Jika terapi dihentikan, risiko kesehatan bagi peserta bisa meningkat tanpa pemantauan yang tepat.
Peneliti dan ilmuwan khawatir kebijakan ini tidak hanya merusak kemajuan ilmiah tetapi juga menimbulkan ketidakpercayaan dan masalah etika di komunitas yang sedang diikuti uji klinis. Selain itu, dana publik yang sudah dikeluarkan bisa menjadi sia-sia jika hasil riset tidak bisa diselesaikan.
NIH telah menyatakan alasan kebijakan ini adalah untuk alasan keamanan nasional dan transparansi, serta berjanji akan menyediakan mekanisme pendanaan alternatif pada Oktober. Namun, banyak yang belum jelas tentang bagaimana proses ini akan dilakukan dan berapa besar dana yang tersedia untuk mengakhiri proyek dengan baik.


