Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kebijakan Baru NIH Hentikan Dana Penelitian Global, Bahayakan Proyek Kesehatan

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (10mo ago) health-and-medicine (10mo ago)
30 Apr 2025
135 dibaca
1 menit
Kebijakan Baru NIH Hentikan Dana Penelitian Global, Bahayakan Proyek Kesehatan

Rangkuman 15 Detik

Kebijakan NIH yang baru dapat mengancam ribuan proyek penelitian kesehatan global.
Dampak dari penghentian subaward luar negeri dapat menyebabkan peningkatan angka kematian di negara-negara berpenghasilan rendah.
Kolaborasi internasional sangat penting untuk penelitian penyakit yang tidak umum di AS, seperti malaria dan kanker.
Kebijakan baru dari National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat akan menghentikan pendanaan miliaran dolar untuk laboratorium dan rumah sakit di luar negeri. Kebijakan ini akan mengancam ribuan proyek kesehatan global dan uji klinis tentang penyakit menular yang muncul dan kanker. NIH mengumumkan bahwa mulai Oktober, mereka tidak akan memperbarui atau mengeluarkan 'subaward asing', yang biasanya menghabiskan sekitar Rp 8.35 triliun ($500 juta) setiap tahun. Kebijakan ini didorong oleh alasan keamanan nasional dan kurangnya transparansi. Peneliti asing sekarang harus mengajukan permohonan hibah langsung ke NIH, yang merupakan tugas yang sulit bagi banyak peneliti. Francis Collins, mantan kepala NIH, menyatakan bahwa keputusan ini akan memiliki konsekuensi tragis, terutama bagi negara berpenghasilan rendah yang bergantung pada penelitian ini untuk mengatasi penyakit seperti malaria dan tuberkulosis. Penelitian tentang kanker juga akan sangat terpengaruh, terutama untuk kanker langka yang memerlukan data dari seluruh dunia. Amy Bei dari Yale School of Public Health dan Yu Chen dari NYU Langone Health menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk penelitian yang bermakna. Kebijakan ini dianggap pendek dan merugikan, mengingat penyakit menular dapat menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.

Analisis Ahli

Francis Collins
"Keputusan ini akan menyebabkan konsekuensi tragis dengan menghentikan penelitian penting yang menyelamatkan nyawa di negara berpenghasilan rendah."