Courtesy of TechCrunch
Ikhtisar 15 Detik
- Google meluncurkan Gemini 2.5, model AI penalaran terbaru yang lebih cerdas.
- Gemini 2.5 Pro memiliki kemampuan untuk memproses konteks yang lebih panjang dibandingkan model sebelumnya.
- Persaingan di industri AI semakin ketat dengan banyak perusahaan yang mengembangkan model penalaran.
Pada hari Selasa, Google meluncurkan Gemini 2.5, model AI baru yang dapat "berpikir" sebelum menjawab pertanyaan. Model ini, yang disebut Gemini 2.5 Pro Experimental, adalah model AI multimodal yang paling cerdas yang pernah dibuat oleh Google. Model ini tersedia di platform pengembang Google AI Studio dan aplikasi Gemini untuk pelanggan yang berlangganan paket AI seharga Rp 328.90 ribu ($20) per bulan. Semua model AI baru dari Google ke depannya akan memiliki kemampuan berpikir ini.
Gemini 2.5 Pro diklaim lebih baik daripada model-model AI sebelumnya dan beberapa model pesaing dalam berbagai pengujian. Misalnya, dalam pengujian pengeditan kode, Gemini 2.5 Pro mendapatkan skor 68.6%, lebih tinggi dari model-model AI terkemuka lainnya. Model ini juga memiliki kemampuan untuk memproses teks yang sangat panjang, hingga 1 juta token, yang setara dengan sekitar 750.000 kata. Google berencana untuk meningkatkan kapasitas ini menjadi 2 juta token di masa depan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diumumkan Google pada hari Selasa?A
Google mengumumkan Gemini 2.5, sebuah keluarga baru model AI penalaran.Q
Apa keunggulan dari model Gemini 2.5 Pro?A
Gemini 2.5 Pro adalah model AI multimodal yang paling cerdas dari Google dan memiliki kemampuan penalaran.Q
Bagaimana Gemini 2.5 Pro dibandingkan dengan model AI lainnya?A
Gemini 2.5 Pro mengungguli beberapa model AI terkemuka dalam beberapa tolok ukur, meskipun ada beberapa model yang masih lebih baik di area tertentu.Q
Apa yang dimaksud dengan konteks token dalam Gemini 2.5 Pro?A
Konteks token dalam Gemini 2.5 Pro memungkinkan model untuk memproses hingga 1 juta token, yang setara dengan sekitar 750.000 kata.Q
Apa yang diharapkan dari model penalaran AI di masa depan?A
Model penalaran AI diharapkan menjadi komponen kunci dari sistem otonom yang dapat melakukan tugas tanpa intervensi manusia.