AI summary
NIH telah mengurangi pendanaan untuk penelitian mRNA, menimbulkan kekhawatiran di kalangan ilmuwan. Robert F. Kennedy Jr. memiliki pengaruh besar dalam kebijakan kesehatan terkait vaksin di AS. Penelitian tentang vaksin hesitansi juga terpengaruh oleh kebijakan baru NIH yang tidak mendukung penelitian tersebut. National Institutes of Health (NIH) di AS telah mengurangi dana untuk penelitian sains, termasuk menghentikan ratusan proyek penelitian yang mencakup berbagai topik, seperti HIV pada anak-anak dan dampak jamur terhadap asma. Para ilmuwan khawatir bahwa penelitian tentang vaksin mRNA, yang telah terbukti efektif dalam melawan COVID-19, mungkin akan menjadi target selanjutnya. NIH telah meminta daftar proyek penelitian vaksin mRNA dan telah menghentikan setidaknya satu hibah yang mendukung penelitian tentang respons imun terhadap vaksin mRNA.Kekhawatiran ini muncul setelah NIH juga menghentikan lebih dari 40 hibah yang mempelajari keraguan vaksin. Beberapa pegawai NIH bahkan menyarankan agar pelamar hibah tidak menyebutkan vaksin mRNA dalam proposal penelitian mereka. Meskipun vaksin mRNA telah menyelamatkan banyak nyawa selama pandemi COVID-19 dan sedang diuji untuk berbagai penyakit lainnya, beberapa pejabat AS telah menyerukan penghentian teknologi ini dengan klaim yang tidak berdasar. Para ilmuwan merasa bingung dan khawatir bahwa keputusan ini didasarkan pada alasan non-saintifik.
Pemotongan dana hibah untuk penelitian vaksin mRNA sangat disayangkan karena teknologi ini adalah lompatan besar dalam pencegahan penyakit. Kebijakan yang didasari oleh pertimbangan non-ilmiah bisa merusak kemajuan luar biasa dalam bidang imunologi dan kesehatan masyarakat.