Dampak Perang Dagang Trump: Boeing Hadapi Risiko Keterbatasan Suku Cadang dan Kerugian
Bisnis
Ekonomi Makro
21 Mar 2025
157 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Boeing menghadapi tantangan akibat tarif yang dapat mempengaruhi rantai pasokan.
Perusahaan masih memiliki banyak pesanan yang belum terpenuhi meskipun ada masalah produksi.
CFO Boeing optimis tentang perbaikan arus kas meskipun mengalami kerugian di kuartal pertama.
Boeing, perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat, mengalami dampak dari perang dagang yang dipicu oleh kebijakan tarif Presiden Donald Trump. CFO Boeing, Brian West, menyatakan bahwa mereka khawatir tarif tersebut dapat membatasi ketersediaan suku cadang dari pemasok. Meskipun begitu, Boeing masih memiliki lebih dari 5.000 pesawat yang belum dipesan dan pengiriman pesawat pada bulan Maret diperkirakan akan sama dengan bulan sebelumnya.
Boeing juga mengungkapkan bahwa mereka memperkirakan akan mengalami kerugian sebesar Rp 2.50 triliun (US$150 juta) pada kuartal pertama tahun ini akibat rendahnya pengiriman pesawat dan biaya tinggi pada kontrak tertentu. Namun, mereka optimis arus kas dapat membaik dan harga saham perusahaan naik 6% setelah pernyataan tersebut.
Analisis Ahli
Brian West
Kenaikan tarif mungkin membatasi ketersediaan suku cadang tapi permintaan pasar untuk jet Boeing tetap tinggi.Barclays
Produksi dan pengiriman 737 terus stabil meskipun menghadapi tantangan kualitas dan rantai pasokan.


