AI summary
Boeing menghadapi tantangan besar akibat perang dagang antara AS dan China. Xiamen Airlines dan China Southern Airlines terpengaruh oleh kebijakan perdagangan yang ketat. Air India berpotensi mengambil alih pesanan pesawat Boeing yang dibatalkan oleh maskapai China. Pesawat Boeing 737 Max yang diproduksi untuk Xiamen Airlines asal China mendadak dilarang dan harus kembali ke fasilitas produksi di Amerika Serikat. Hal ini mengindikasikan dampak perang dagang antara AS dan China akibat kebijakan tarif pemerintahan Donald Trump. Boeing 737 Max berangkat dari Zhoushan, China, dan mendarat di Seattle, AS, pada Minggu malam waktu setempat.China memerintahkan maskapai di negaranya untuk berhenti mengambil pengiriman pesawat-pesawat Boeing dan komponen pesawat asal AS. Trump menuliskan di Truth Social bahwa China mengingkari kesepakatan besar dengan Boeing. China Southern Airlines menghentikan penjualan 10 pesawat Boeing 787-8 Dreamliner bekasnya dan negara-negara lain mulai bereaksi terhadap situasi ini.CEO Malaysia Aviation Group sedang berdiskusi dengan Boeing untuk mengambil alih slot pengiriman pesawat ke China. Pakar juga mengatakan Air India yang memiliki pesanan tertunda untuk 737 Max bisa menjadi pihak yang mengambil alih pemesanan dari China. Perang dagang AS dan China dengan cepat mengalami eskalasi sejak Trump kembali ke Gedung Putih, yang berdampak signifikan pada industri penerbangan dan ekonomi global.
Situasi ini menunjukkan bagaimana geopolitik bisa sangat memengaruhi industri manufaktur global, terutama di sektor strategis seperti penerbangan. Boeing harus segera menyesuaikan strategi bisnisnya dan mencari pasar alternatif, karena ketergantungan pada China kini menjadi risiko besar yang mengancam kelangsungan bisnisnya secara global.