Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kementerian ESDM Revisi Tarif Royalti Tambang, Industri Pertambangan Tertekan

Finansial
Kebijakan Fiskal
News Publisher
19 Mar 2025
269 dibaca
1 menit
Kementerian ESDM Revisi Tarif Royalti Tambang, Industri Pertambangan Tertekan

AI summary

Revisi tarif royalti bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara dan menciptakan keadilan antara perusahaan dan pemerintah.
Kebijakan baru akan menerapkan skema royalti progresif yang meningkat seiring dengan kenaikan harga komoditas.
Industri pertambangan di Indonesia menghadapi tekanan tambahan dari berbagai regulasi baru dan kenaikan tarif royalti.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia sedang merevisi peraturan mengenai tarif royalti untuk sektor mineral dan batu bara. Tujuannya adalah untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor tambang dengan membuat tarif royalti yang baru bersifat progresif, artinya tarif akan meningkat seiring dengan naiknya harga komoditas. Ada enam komoditas yang akan mengalami kenaikan royalti, termasuk batu bara, nikel, tembaga, dan emas.Namun, kebijakan ini mendapat kritik dari pelaku industri, karena dianggap menambah beban bagi perusahaan yang sudah menghadapi banyak tantangan. Misalnya, tarif royalti nikel di Indonesia akan menjadi yang tertinggi di dunia, dan dihitung berdasarkan harga jual, bukan profit, yang dianggap lebih memberatkan. Para pelaku industri khawatir bahwa kebijakan ini akan mengganggu keberlanjutan bisnis mereka.

Experts Analysis

Hendra Sinadia
Kenaikan royalti serta tumpukan regulasi baru memberikan tekanan besar pada industri pertambangan yang sudah kesulitan, membuat keberlanjutan bisnis mereka menjadi terancam.
Meidy Katrin Lengkey
Royalti yang dihitung berdasarkan harga jual, bukan profit, membuat beban royalti di Indonesia jauh lebih berat dibanding negara lain, khususnya pada nikel.
Editorial Note
Kebijakan peningkatan royalti yang progresif sebenarnya memang perlu agar negara mendapatkan bagian lebih besar ketika harga komoditas naik, namun harus diimbangi dengan regulasi yang tidak memberatkan dan merusak daya saing industri. Jika tidak hati-hati, akan muncul potensi menurunnya investasi dan produksi tambang, yang justru merugikan pendapatan negara dalam jangka panjang.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.