AS Targetkan Kesepakatan Baru untuk Kepemilikan TikTok Sebelum April 2025
Teknologi
Keamanan Siber
15 Mar 2025
284 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
TikTok menghadapi tekanan untuk dijual demi alasan keamanan nasional.
Wakil Presiden JD Vance optimis tentang mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu.
Donald Trump berusaha menunda penegakan hukum terkait TikTok setelah menjabat.
Wakil Presiden AS, JD Vance, mengharapkan bahwa kesepakatan mengenai kepemilikan aplikasi media sosial TikTok akan tercapai sebelum batas waktu 5 April. TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan Cina ByteDance, menghadapi masalah karena undang-undang yang mengharuskan ByteDance menjual TikTok atau menghadapi larangan di AS. Presiden Donald Trump sebelumnya menandatangani perintah eksekutif untuk menunda penerapan undang-undang tersebut.
Vance menyatakan bahwa pemerintah AS sedang berkomunikasi dengan empat kelompok yang tertarik untuk membeli TikTok. Dia percaya bahwa kesepakatan yang akan dicapai dapat mengatasi kekhawatiran keamanan nasional dan memungkinkan TikTok beroperasi sebagai perusahaan yang terpisah di AS. Namun, ada kemungkinan bahwa beberapa rincian kesepakatan masih perlu diselesaikan setelah batas waktu tersebut.
Analisis Ahli
Andreas Kaplan (Profesor Pemasaran Digital)
Upaya ini menunjukkan betapa pentingnya kontrol data dan kepemilikan teknologi dalam era digital, dan kesepakatan ini akan mempengaruhi bagaimana perusahaan teknologi dari berbagai negara mengelola operasional mereka di pasar global.


