Trump Pastikan Penjualan TikTok Sebelum Batas Waktu 5 April untuk Hindari Larangan AS
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
01 Apr 2025
184 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
TikTok menghadapi tekanan untuk menjual operasinya di AS untuk menghindari larangan.
Blackstone dan pemegang saham non-China lainnya berperan dalam proses penjualan TikTok.
Pemerintah AS terlibat secara aktif dalam negosiasi terkait kepemilikan TikTok.
Pada 30 Maret, Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa kesepakatan untuk menjual aplikasi TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan China ByteDance, akan tercapai sebelum batas waktu pada 5 April. Jika TikTok tidak menemukan pembeli non-China, aplikasi tersebut bisa dilarang di AS karena alasan keamanan nasional. Trump menyatakan ada banyak calon pembeli yang tertarik untuk membeli TikTok dan berharap aplikasi tersebut tetap beroperasi.
Salah satu perusahaan yang sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi adalah Blackstone, yang ingin bergabung dengan pemegang saham non-China lainnya untuk memberikan modal baru dalam tawaran untuk bisnis TikTok di AS. Pemerintah AS khawatir bahwa kepemilikan TikTok oleh ByteDance dapat membuat aplikasi tersebut digunakan oleh pemerintah China untuk mempengaruhi masyarakat AS dan mengumpulkan data tentang warga Amerika.
Trump juga menyatakan bahwa ia bersedia memperpanjang batas waktu jika kesepakatan belum tercapai. Wakil Presiden JD Vance mengharapkan bahwa kesepakatan mengenai kepemilikan TikTok dapat diselesaikan sebelum 5 April. Situasi TikTok menjadi perhatian besar karena undang-undang yang disahkan pada tahun 2024 mengharuskan ByteDance untuk menjual TikTok.
Analisis Ahli
Andrea Shalal
Pengawasan ketat terhadap teknologi China di AS menunjukkan peningkatan kecemasan terkait keamanan nasional dan pengaruh digital.JD Vance
Perjanjian kepemilikan TikTok diperkirakan dapat diselesaikan sesuai dengan tenggat waktu, menandakan kemajuan signifikan dalam negosiasi.
