TikTok Dapat Perpanjangan Waktu Trump untuk Terus Layani 170 Juta Pengguna AS
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
20 Jun 2025
260 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
TikTok mengucapkan terima kasih kepada Trump atas perpanjangan tenggat waktu, yang memungkinkan mereka melayani pengguna di AS.
Negosiasi untuk penjualan TikTok mengalami hambatan karena ketegangan hubungan AS-China dan aturan ekspor yang ketat dari China.
Keterlibatan J.D. Vance dalam proses negosiasi menunjukkan pentingnya peran pemerintah dalam masalah teknologi internasional.
TikTok, aplikasi video pendek populer asal China, mendapatkan perpanjangan tenggat waktu oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump hingga 17 September. Perpanjangan ini memberikan kesempatan bagi TikTok untuk tetap beroperasi dan melayani sekitar 170 juta pengguna di AS tanpa harus dihentikan sementara waktu.
Perpanjangan tersebut merupakan bagian dari proses yang mewajibkan TikTok untuk menjual bisnisnya di AS atau menghadapi larangan beroperasi. Wakil Presiden J.D. Vance ditugaskan untuk mengawasi negosiasi dan penjualan ini, meskipun belum ada perkembangan terbaru sejak Maret sebelumnya.
Negosiasi sebelumnya untuk menjual TikTok ke perusahaan seperti Oracle dan Walmart sempat gagal terutama karena ketegangan dagang yang meningkat antara AS dan China. Selain itu, aturan kontrol ekspor dari pemerintah China menghambat proses karena beberapa teknologi yang dipakai TikTok memerlukan izin dari Beijing.
Pemerintah China hingga kini belum memberikan komentar detail tentang kasus TikTok, hanya menyatakan akan menangani kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku. Ini menambah ketidakpastian terkait masa depan TikTok di pasar AS yang sangat besar.
Meskipun ada perpanjangan waktu, TikTok menghadapi risiko menjadi platform yang terpisah (bifurcated platform) jika terjadi penjualan, karena proses dan regulasi yang kompleks. Pengguna TikTok di AS menantikan keputusan akhir yang akan menentukan kelangsungan aplikasi ini di negara tersebut.


