Trump Perpanjang Tenggat Waktu Jual TikTok, AS dan China Terus Negosiasi
Teknologi
Keamanan Siber
17 Sep 2025
227 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
TikTok mendapatkan perpanjangan waktu untuk menjual operasinya di AS.
Kekhawatiran keamanan data masih menjadi isu utama dalam negosiasi.
Perundingan antara AS dan Tiongkok dapat mempengaruhi masa depan TikTok di pasar Amerika.
Presiden Donald Trump baru saja menandatangani perintah eksekutif yang memperpanjang tenggat waktu bagi TikTok untuk menjual operasi mereka di Amerika Serikat hingga tanggal 16 Desember. Keputusan ini merupakan perpanjangan keempat sejak ia menjabat. Perpanjangan ini dibuat agar proses pembicaraan antara Amerika dan China terkait kesepakatan TikTok dapat selesai dengan baik.
Pertemuan tingkat tinggi antara delegasi Amerika dan China menghasilkan sebuah kerangka kerja dasar yang bertujuan agar TikTok dapat memiliki kepemilikan Amerika di masa depan. Meskipun masih belum jelas detailnya, upaya ini menunjukkan kemajuan dalam proses negosiasi demi mencegah pemblokiran TikTok di AS karena alasan keamanan data.
Beberapa perusahaan besar seperti Amazon, Oracle, dan consorsium Project Liberty termasuk yang berminat untuk membeli operasi TikTok di Amerika Serikat. Bahkan beberapa startup teknologi seperti Perplexity juga mengajukan tawaran merger, menunjukkan betapa tingginya nilai pasar dan pengaruh TikTok di ranah digital.
Namun, kekhawatiran atas risiko keamanan tetap menjadi isu utama. Undang-undang AS mewajibkan ByteDance untuk melepaskan bisnis AS karena kekhawatiran data pengguna dapat diakses oleh pemerintah China. Mahkamah Agung AS telah mendukung kebijakan ini secara tegas, dan presiden Trump juga mempertimbangkan insentif dagang untuk menyelesaikan kesepakatan ini.
Meski begitu, ketenaran dan daya tarik TikTok mulai memudar. Pakar mengatakan inovasi teknologi dan algoritma yang dulu dipuja kini sudah kehilangan daya tariknya. Dengan tekanan politik yang terus meningkat dan dinamika pasar yang berubah, masa depan TikTok di Amerika masih penuh tantangan dan ketidakpastian.
Analisis Ahli
Dimitar Gueorguiev
Kesepakatan ini mungkin tampak seperti terobosan, namun sebenarnya lebih berisiko karena teknologi TikTok sudah kehilangan keistimewaannya dan pembeli hanya mendapatkan pangsa pasar dan basis pengguna.

