Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pendapatan Pajak 2025 Anjlok, Pemerintah Jelaskan Penyebab dan Dampaknya

Finansial
Kebijakan Fiskal
News Publisher
14 Mar 2025
55 dibaca
1 menit
Pendapatan Pajak 2025 Anjlok, Pemerintah Jelaskan Penyebab dan Dampaknya

AI summary

Penurunan penerimaan pajak di awal tahun adalah hal yang biasa dan bukan anomali.
Faktor harga komoditas dan administrasi pajak berkontribusi terhadap penurunan ini.
Implementasi sistem Coretax mempengaruhi kelancaran administrasi perpajakan di beberapa daerah.
Pendapatan negara dari pajak di Indonesia mengalami penurunan sebesar 30% pada awal tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Total setoran pajak yang masuk hanya mencapai Rp187,8 triliun. Wakil Menteri Keuangan, Anggito Abimanyu, menjelaskan bahwa penurunan ini adalah hal biasa yang terjadi setiap tahun. Namun, ada beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti penurunan harga komoditas seperti minyak dan batu bara, serta masalah administrasi pajak.Meskipun ada penurunan, Anggito menyatakan bahwa jika tidak ada masalah lebih bayar dari pajak tahun lalu, seharusnya penerimaan pajak di tahun 2025 lebih tinggi. Namun, beberapa kantor pajak di daerah melaporkan penurunan yang lebih besar, terutama karena masalah sistem administrasi pajak baru yang disebut Coretax. Misalnya, di Jawa Timur, penerimaan pajak turun 2,7%, dan di Papua, penerimaan pajak turun 41,27% dibandingkan tahun lalu.

Experts Analysis

Tommy Firman (Ekonom Senior)
Penurunan penerimaan pajak di awal tahun sangat dipengaruhi oleh faktor global dan domestik, namun keterlambatan sistem IT seperti Coretax adalah masalah serius yang harus segera mendapat perhatian agar tak membebani fiskal negara.
Dewi Anggraeni (Pakar Perpajakan)
Efek lebih bayar dan relaksasi pajak memang berdampak terhadap data sementara, tapi ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas administrasi agar kepercayaan wajib pajak dan efektivitas penerimaan tetap terjaga.
Editorial Note
Penurunan penerimaan pajak ini sebenarnya merupakan fenomena tahunan yang dipengaruhi pula oleh kebijakan fiskal dan faktor eksternal seperti harga komoditas global. Namun, ketergantungan pemerintah pada stabilitas sistem perpajakan dan kegagalan dalam mitigasi risiko Coretax menunjukkan perlunya reformasi administrasi yang lebih konkret agar tidak merugikan penerimaan negara secara berkelanjutan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.