Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Setoran PPN DN Turun 9%, Ekonom Khawatir Daya Beli Masyarakat Melemah

Finansial
Kebijakan Fiskal
News Publisher
14 Mar 2025
198 dibaca
1 menit
Setoran PPN DN Turun 9%, Ekonom Khawatir Daya Beli Masyarakat Melemah

AI summary

Penurunan setoran PPN DN pada awal tahun 2025 dianggap sebagai hal yang normal.
Daya beli masyarakat menjadi perhatian utama dalam analisis penurunan PPN DN.
Relaksasi pembayaran PPN DN berkontribusi terhadap penurunan setoran pajak.
Setoran Pajak Pertambahan Nilai Dalam Negeri (PPN DN) di Indonesia mengalami penurunan pada dua bulan pertama tahun 2025, mencapai Rp 102,5 triliun, turun 9,53% dibandingkan tahun sebelumnya. Wakil Menteri Keuangan, Anggito Abimanyu, menjelaskan bahwa penurunan ini adalah hal yang biasa terjadi setiap awal tahun. Ia juga menyebutkan bahwa ada kebijakan relaksasi pembayaran PPN yang mempengaruhi angka tersebut. Meskipun ada penurunan, Anggito mengklaim bahwa penjualan kendaraan masih menunjukkan pertumbuhan positif.Namun, beberapa ekonom berpendapat bahwa penurunan PPN ini mencerminkan melemahnya daya beli masyarakat. Mereka menekankan bahwa PPN adalah indikator konsumsi, dan jika konsumsi menurun, hal ini bisa berdampak pada kondisi ekonomi secara keseluruhan. Jika pemerintah tidak mengatasi masalah ini, ada risiko Indonesia akan menghadapi masalah ekonomi yang lebih serius, seperti utang yang meningkat dan daya beli masyarakat yang semakin menurun.

Experts Analysis

Arif
Penurunan PPN cerminan dari melemahnya konsumsi rumah tangga yang merupakan indikator utama daya beli dan kondisi ketenagakerjaan.
Syafruddin Karimi
Penurunan penerimaan PPN sebesar 9% menunjukkan adanya tekanan pada konsumsi masyarakat dan risiko Indonesia terperangkap dalam siklus defisit yang makin melebar.
Editorial Note
Penurunan penerimaan PPN DN ini tidak bisa hanya dijelaskan sebagai fenomena musiman saja, mengingat adanya data pendukung pelemahan daya beli yang nyata. Pemerintah harus lebih transparan dan berani mengambil langkah strategis untuk mendorong konsumsi, agar siklus pelemahan ekonomi tidak berlanjut merugikan stabilitas fiskal.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.