TLDR
RPJMN menjadi panduan utama dalam perencanaan ekonomi Indonesia. Target pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan dapat tercapai meskipun ada tekanan. Efisiensi anggaran diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan fokus pada program krusial. Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan perbedaan target pertumbuhan ekonomi Indonesia antara APBN 2025 dan RPJMN 2025-2029. Dalam RPJMN, target pertumbuhan ekonomi untuk 2025 ditetapkan sebesar 5,3%, sementara dalam APBN hanya 5,2%. Misbakhun menegaskan bahwa RPJMN harus menjadi panduan utama dan berharap target APBN bisa disesuaikan dengan RPJMN. Dia juga menyatakan bahwa mencapai target pertumbuhan ekonomi tidak mudah karena ada pihak-pihak yang tidak ingin Indonesia maju.Misbakhun optimis bahwa target tersebut dapat tercapai dengan efisiensi anggaran, yang akan membuat anggaran lebih produktif. Salah satu program yang dianggap penting adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, menyatakan bahwa DPR akan memanggil Menteri Keuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional untuk membahas perbedaan ini lebih lanjut.