Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

DPR Tegaskan RPJMN Jadi Panduan Target Pertumbuhan Ekonomi 2025

Finansial
Kebijakan Fiskal
News Publisher
14 Mar 2025
221 dibaca
1 menit
DPR Tegaskan RPJMN Jadi Panduan Target Pertumbuhan Ekonomi 2025

AI summary

RPJMN menjadi panduan utama dalam perencanaan ekonomi Indonesia.
Target pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan dapat tercapai meskipun ada tekanan.
Efisiensi anggaran diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan fokus pada program krusial.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan perbedaan target pertumbuhan ekonomi Indonesia antara APBN 2025 dan RPJMN 2025-2029. Dalam RPJMN, target pertumbuhan ekonomi untuk 2025 ditetapkan sebesar 5,3%, sementara dalam APBN hanya 5,2%. Misbakhun menegaskan bahwa RPJMN harus menjadi panduan utama dan berharap target APBN bisa disesuaikan dengan RPJMN. Dia juga menyatakan bahwa mencapai target pertumbuhan ekonomi tidak mudah karena ada pihak-pihak yang tidak ingin Indonesia maju.Misbakhun optimis bahwa target tersebut dapat tercapai dengan efisiensi anggaran, yang akan membuat anggaran lebih produktif. Salah satu program yang dianggap penting adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, menyatakan bahwa DPR akan memanggil Menteri Keuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional untuk membahas perbedaan ini lebih lanjut.

Experts Analysis

Muhammad Chatib Basri
Ketidaksesuaian target makroekonomi sering terjadi karena disebabkan oleh perubahan kondisi ekonomi global dan domestik. Sinkronisasi antar dokumen perencanaan jangka menengah dan tahunan sangat penting untuk menjaga kredibilitas dan konsistensi kebijakan fiskal.
Boediono
Stabilitas makroekonomi menjadi kunci utama bagi pertumbuhan yang berkelanjutan. Pemerintah harus memastikan bahwa proyeksi target ekonomi realistis dan didukung data yang valid agar tidak menimbulkan ketidakpastian pasar.
Editorial Note
Penegasan bahwa RPJMN menjadi panduan utama menunjukkan perlunya sinkronisasi kebijakan makroekonomi yang lebih baik antara kementerian dan lembaga terkait. Namun, optimisme yang disampaikan harus dibarengi dengan tindakan konkret untuk mengatasi hambatan eksternal dan internal agar pasar dan masyarakat juga turut mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.