Indonesia Tahan Guncangan Global, Tapi Daya Beli Masyarakat Mulai Melemah
Bisnis
Ekonomi Makro
24 Mar 2025
274 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kondisi ekonomi Indonesia masih terbilang stabil meskipun ada tantangan global.
Deflasi yang terjadi bukanlah indikasi krisis, melainkan hasil dari kebijakan pemerintah.
Rendahnya daya beli masyarakat menjadi perhatian utama yang perlu ditangani untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.
Situasi ekonomi Indonesia saat ini masih dianggap stabil meskipun ada tantangan dari ekonomi global, seperti perang tarif yang dipicu oleh kebijakan Presiden AS, Donald Trump. Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa probabilitas resesi di Indonesia sangat rendah, hanya 5%, dibandingkan dengan negara lain yang lebih tinggi. Namun, ada kekhawatiran tentang daya beli masyarakat yang menurun, terlihat dari deflasi dan penurunan impor barang konsumsi menjelang Ramadan.
Beberapa ekonom mengkhawatirkan bahwa rendahnya daya beli masyarakat disebabkan oleh pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor. Meski demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa deflasi yang terjadi bukan karena krisis, melainkan karena kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga barang. Sementara itu, survei oleh LPEM UI menunjukkan bahwa banyak ahli ekonomi merasa kondisi ekonomi Indonesia memburuk, tetapi Ketua DPR Komisi XI, Misbakhun, percaya bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan berharap pertumbuhan ekonomi dapat meningkat.
Analisis Ahli
Bhima Yudhistira
Penurunan impor barang konsumsi dan deflasi bahan makanan menandakan daya beli masyarakat rendah sehingga permintaan impor juga menurun.Esther Sri Astuti
Merosotnya impor di momen musiman besar karena pendapatan riil menurun akibat PHK yang masif, memperburuk daya beli dan membutuhkan perhatian stok pangan dan distribusi.Sri Mulyani Indrawati
Deflasi yang terjadi disebabkan oleh kebijakan menurunkan harga yang diatur pemerintah, bukan menandakan krisis daya beli.Airlangga Hartarto
Indonesia berpeluang besar menjaga stabilitas ekonomi dengan fondasi yang solid, diversifikasi mitra dagang, dan hilirisasi yang diperkuat.

