TLDR
NOAA telah mengizinkan penambangan mineral di dasar laut Pasifik, yang merupakan langkah besar dalam eksplorasi sumber daya laut. Permohonan eksplorasi ini menandai tantangan terhadap otoritas internasional yang dipegang oleh ISA. Kompetisi sumber daya di laut dalam dapat mempengaruhi hubungan internasional, terutama antara AS dan Cina. Pomodo.id - Minggu ini, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat melakukan langkah penting yang belum pernah terjadi dalam lebih dari tiga dekade: merilis permohonan resmi dari sebuah perusahaan AS untuk menambang dasar laut Pasifik guna mendapatkan logam baterai. Pada 19 Agustus, NOAA memposting aplikasi terintegrasi dari The Metals Company untuk lisensi eksplorasi dan izin pemulihan komersial yang mencakup sekitar 65,000 kilometer persegi dasar laut, dengan perkiraan 619 juta ton nodule mineral berukuran kentang yang tersebar di dasar Laut Pasifik. Dua hari sebelumnya, NOAA membuka peninjauan lingkungan formal untuk wilayah yang lebih besar, seluas 122,000 kilometer persegi, yang diharapkan memiliki sekitar 1,02 miliar ton. Jika digabungkan, totalnya mencapai sekitar 1,6 miliar ton batuan yang mengandung nikel, kobalt, mangan, dan tembaga. Langkah ini didasarkan pada undang-undang AS tahun 1980 yang hampir tidak diakui oleh negara lain sebagai otoritas sah atas perairan internasional.Namun, tindakan ini tidak lepas dari kontroversi. Leticia Reis de Carvalho, Sekretaris Jenderal Otoritas Laut Internasional, mengungkapkan bahwa penerbitan Perintah Eksekutif oleh Pemerintah Amerika Serikat mengenai sumber daya mineral dasar laut menimbulkan kekhawatiran tertentu. Ini menunjukkan adanya ketegangan dalam kontrol atas dua pertiga wilayah planet di mana tidak ada kedaulatan negara, serta gambaran ke depan mengenai bagaimana persaingan sumber daya dengan China akan berlangsung dalam dekade mendatang. Mengingat potensi besar di balik penguasaan sumber daya mineral, ketidakpastian mengenai pengaturan dan perlindungan lingkungan dapat berimplikasi pada industri di negara-negara lain, termasuk Indonesia.
Nodule mineral adalah deposit mineral yang ditemukan di dasar laut, sering kali mengandung berbagai logam berharga seperti nikel dan kobalt. Mengapa nodule ini penting? Karena logam-logam ini sangat penting dalam produksi baterai untuk kendaraan listrik dan perangkat elektronik lainnya, membuatnya menjadi komoditas yang semakin dicari dalam transisi energi bersih global. Mispersepsi umum adalah bahwa penambangan dasar laut selalu berbahaya bagi lingkungan, padahal dengan teknik yang tepat dan regulasi yang ketat, dampaknya bisa diminimalkan sambil memenuhi permintaan global untuk energi berkelanjutan.
Perkembangan ini menawarkan peluang besar bagi para profesional muda di Indonesia. Mengingat minat global yang meningkat terhadap energi bersih dan teknologi terkait, keterampilan di bidang pertambangan berkelanjutan, eksplorasi, dan teknologi pemulihan mineral akan menjadi sangat berharga. Dengan fokus AS pada eksplorasi mineral di laut yang dalam, keahlian dalam ilmu lingkungan, teknik geologi, dan teknologi penambangan yang berkelanjutan dapat menjadi kunci untuk memajukan karier di sektor tersebut. Peluang kerja di bidang ini juga semakin relevan, mengingat dorongan internasional untuk inovasi dalam pemulihan sumber daya sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.Secara keseluruhan, gerakan AS untuk menantang otoritas internasional dalam penambangan dasar laut bukan hanya perjalanan menuju sumber daya baru, tetapi juga sinyal ke arah di mana industri energi dan teknologi akan berkembang, yang pada akhirnya menciptakan peluang dan tantangan baru bagi generasi muda di Indonesia.