Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Dan Jepang Bersaing Sengit Kuasai Mineral Laut Dalam Untuk Teknologi Masa Depan

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
News Publisher
16 Apr 2026
1087 dibaca
1 menit
China Dan Jepang Bersaing Sengit Kuasai Mineral Laut Dalam Untuk Teknologi Masa Depan

TLDR

China dan Jepang bersaing untuk mengamankan sumber daya mineral penting di dasar laut.
Pemetaan sumber daya laut oleh China bertujuan untuk memperkuat klaim teritorial dan memperkuat posisi pasar global.
Jepang berusaha mandiri dalam pasokan elemen tanah jarang untuk mengurangi ketergantungan pada China.
China merilis peta seabed yang mendetil di Laut Bohai, Laut Kuning, dan Laut China Timur, menandai kandungan mineral penting seperti tanah jarang, tembaga, besi, dan mangan yang menjadi bahan baku industri teknologi tinggi. Peta ini juga berfungsi sebagai alat diplomasi untuk menegaskan klaim wilayah di laut yang disengketakan, terutama terkait sengketa dengan Jepang.Jepang merespon dengan mempercepat eksplorasi sumber daya lokal, dengan misi uji coba penambangan lumpur yang mengandung tanah jarang di kedalaman 6.000 meter dekat Minamitori. Ini dilakukan sebagai strategi mengurangi ketergantungan pada impor dari China setelah Beijing memberlakukan kontrol ekspor ketat yang memicu kekhawatiran rantai pasok.Persaingan eksplorasi ini didukung oleh aliansi baru Jepang dan Amerika Serikat untuk kerjasama tambang laut dalam, menegaskan bahwa akses dan kontrol terhadap logam tanah jarang dan mineral kritis ini akan menjadi faktor utama bagi dominasi teknologi dan ekonomi di masa depan, meski tantangan teknis dan hukum internasional tetap besar.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.