TLDR
Senat tidak akan melakukan pemungutan suara untuk Undang-Undang Clarity sebelum bulan September. Persetujuan undang-undang masih terhambat oleh isu politik dan provisi etika terkait Donald Trump. Para pemimpin industri crypto berharap dapat menemukan kesepakatan sebelum Senat kembali ke Washington pada bulan September. Pomodo.id - Senat Amerika Serikat menunda pemungutan suara untuk RUU terkait struktur pasar cryptocurrency sebelum mereka memulai liburan musim panas. Penundaan ini mengecewakan para pemimpin industri yang berharap pemungutan suara dapat dilakukan pada bulan September 2026, ketika Senat kembali ke Washington D.C. Pihak-pihak yang terlibat dalam perundang-undangan ini mengatakan bahwa meskipun ada harapan untuk melanjutkan diskusi, sejumlah isu penting masih belum terselesaikan, termasuk RUU Digital Asset Market Clarity Act.Senat dijadwalkan kembali pada 14 September 2026, dengan waktu sekitar tiga minggu untuk menyelesaikan berbagai masalah yang tertunda sebelum sesi pemilihan umum mendatang. John Thune, Pemimpin Mayoritas Senat, mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa tidak akan ada pemungutan suara untuk RUU tersebut pada bulan Agustus, tetapi pemungutan suara direncanakan setelah sesi kembali dibuka. "Partai Demokrat bersikeras tidak ada pemungutan suara untuk RUU ini... Saya bekerja dengan sponsor-sponsor RUU ini dan kami akan siap secepatnya setelah kami kembali," ujar Thune melalui media sosial.Seiring mendekatnya liburan, masa depan RUU ini tampak semakin genting. Dalam dua hari terakhir menjelang libur, Senat tidak menunjukkan tanda-tanda akan melanjutkan pembahasan RUU Digital Asset Market Clarity Act. Masih terdapat beberapa detail yang perlu dinegosiasikan, termasuk ketentuan untuk mencegah penyaluran keuntungan oleh pejabat pemerintah senior dari industri kripto.Disepakati bahwa ketentuan etika adalah isu yang paling mendesak untuk diselesaikan agar RUU ini dapat maju. Meskipun ada harapan bahwa Senat dapat menyelesaikan RUU ini sebelum sesi ditutup, banyak kalangan skeptis karena kesibukan lainnya seperti pemungutan suara untuk pendanaan pemerintah federal dan beberapa nominasi penting. Dengan batas waktu yang terus mendekat, keberadaan RUU Clarity Act menjadi rentan terhadap penundaan lebih lanjut atau bahkan kemungkinan yang lebih buruk, yaitu tidak dibahas sama sekali di tahun ini.
Digital Asset Market Clarity Act
RUU Digital Asset Market Clarity Act adalah inisiatif legislasi yang bertujuan untuk menetapkan kerangka regulasi yang jelas bagi aset digital, termasuk cryptocurrency. Ini penting untuk meningkatkan kepastian dan akuntabilitas dalam perdagangan cryptocurrency, serta melindungi konsumen. Banyak orang mengira RUU ini hanya akan menguntungkan pihak tertentu, tetapi sebenarnya, tujuannya adalah menciptakan aturan yang adil dan transparan bagi semua peserta pasar.
Dengan tenggat waktu yang semakin mendekat, harapan untuk prospek legislasi ini semakin menyusut. Setelah Senat kembali bertugas, mereka harus bekerja keras untuk menyelesaikan RUU ini tanpa ada jaminan akan keberhasilannya. Penundaan lebih lanjut dapat merugikan industri kripto yang sudah menunggu kepastian dari peraturan yang lebih jelas. Hal ini menandakan tantangan bagi peraturan pasar kripto di AS dan mungkin berdampak pada pelaku industri secara global, termasuk di Indonesia jika pasar kripto diperhatikan secara lebih besar ke depannya.