TLDR
Senat AS saat ini memprioritaskan sanksi terhadap Rusia dan penunjukan pejabat federal, menunda pembahasan tentang Undang-Undang Klarifikasi Aset Digital. Ada perdebatan mengenai batasan etika bagi pejabat pemerintah terkait dukungan terhadap proyek kripto, termasuk mantan Presiden Trump. Jika Clarity Act tidak disahkan, industri kripto akan menghadapi ketidakpastian terkait regulasi di AS hingga 2026. Pomodo.id - Senat Amerika Serikat telah menunda pembahasan RUU Digital Asset Market Clarity Act, yang bertujuan untuk memberikan kerangka peraturan bagi industri kripto. Penundaan ini terjadi seiring dengan fokus Senat pada RUU sanksi terhadap Rusia serta penyelesaian nominasi federal. Majority Leader John Thune memulai langkah untuk memproses paket nominasi pada hari Senin dan dijadwalkan untuk beralih ke RUU sanksi Rusia pada malam Selasa. Prosedur Senat yang rumit menjadikan waktu pemungutan suara untuk RUU tertentu terbatas, yang berarti bahwa kemungkinan untuk membahas RUU Clarity sebelum masalah lainnya terselesaikan sangat kecil.RUU sanksi Rusia ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan sanksi kepada kepemimpinan Rusia tetapi juga akan menjadi penghormatan bagi senator yang baru saja meninggal, Lindsey Graham, yang mendukungnya. Pemakaman Graham akan menghentikan aktivitas Senat pada hari Selasa dan Rabu mendatang, mengalihkan perhatian ruang sidang Senat. Dengan penundaan ini, sangat mungkin bahwa pembahasan Clarity Act tidak akan dilakukan sebelum akhir sesi sebelum liburan musim panas yang dijadwalkan dimulai pada 8 Agustus.Meskipun senat saat ini menghadapi beragam agenda, ada keinginan dari Thune untuk memulai proses pembahasan RUU Clarity sebelum periode reses. Ia menyatakan harapannya untuk setidaknya memulai RUU tersebut, meskipun ada beberapa bagian yang harus dicapai kesepakatan, termasuk ketentuan yang membatasi hubungan langsung antara presiden dan pejabat pemerintah senior dengan industri kripto, yang dapat berlanjut hingga tahun 2029. RUU ini diharapkan memerlukan setidaknya 10 dukungan dari senator Demokrat agar dapat disahkan, tetapi banyak dari mereka yang menyatakan ketidakpuasan terhadap ketentuan etika yang ada.
Digital Asset Market Clarity Act
Digital Asset Market Clarity Act adalah usulan legislasi yang bertujuan untuk menetapkan kerangka peraturan yang jelas bagi pasar aset digital di Amerika Serikat, termasuk cryptocurrency. Dengan adanya peraturan ini, diharapkan pengguna cryptocurrency akan memiliki perlindungan yang lebih baik dari risiko dan potensi penipuan. Meski banyak penilaian positif mengenai RUU ini, beberapa senator, terutama dari pihak Demokrat, menunjukkan kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan yang melibatkan pejabat tinggi, termasuk Presiden. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada keinginan untuk melindungi konsumen, perdebatan tentang etika dan privasi bisnis di kalangan pejabat pemerintah masih menjadi faktor penghambat.
Situasi ini mengisyaratkan bahwa peluang untuk menyelesaikan RUU Clarity Act dalam waktu dekat semakin menipis. Penundaan ini mengurangi kemungkinan legislasi kripto dapat disetujui tahun ini, dan jika tidak ada kemajuan signifikan sebelum liburan musim panas, dikhawatirkan RUU ini bisa terperosok dalam proses legislasi yang lebih panjang. Selain itu, dinamik politik pemilihan mendatang berpotensi mengalihkan perhatian dari diskusi RUU ini, menambah tantangan untuk mendapatkan dukungan yang diperlukan dari para legislator saat sesi berikutnya dimulai.