TLDR
Peretasan terhadap pemilik dompet Coldcard menunjukkan bahwa bahkan metode penyimpanan aman bisa memiliki celah keamanan. Hacker menemukan kelemahan dalam cara Coldcard menghasilkan seed phrase, yang memungkinkan mereka untuk melakukan pencurian secara besar-besaran. Pengguna Coldcard disarankan untuk memperbarui perangkat mereka dan memigrasi ke seed phrase baru untuk melindungi aset mereka. Pomodo.id - Celakanya Coldcard: Wallet Offline dengan Celah Keamanan Sebesar 130 Juta DollarColdcard, sebuah dompet hardware yang dikenal sebagai solusi penyimpanan aman untuk Bitcoin, mengalami celah keamanan serius yang menyebabkan pencurian cryptocurrency secara besar-besaran. Sejumlah hacker yang tidak teridentifikasi memanfaatkan kelemahan dalam firmware Coldcard, berhasil mencuri sekitar $130 juta dari pemilik Bitcoin pada 30 Juli 2023. Penelitian oleh Galaxy Research memperkirakan bahwa serangan ini menargetkan lebih dari 1,196 alamat Bitcoin dalam waktu 41 menit, dengan total pencurian mencapai 1.082,65 BTC.Menurut informasi dari sumber yang terlibat, lebih dari 1.000 bitcoin, senilai sekitar $70 juta, dicuri dalam serangan yang terjadi antara pukul 01:10 hingga 01:51 UTC. Data menunjukkan bahwa penyerang menggunakan metode canggih untuk mengelola transaksi, menyebarkan bitcoin yang dicuri dalam 1.324 transaksi di enam blok blockchain. Selain itu, setiap dompet yang terkena dampak adalah dompet single-signature yang menyimpan lebih dari 0,15 BTC, banyak di antaranya telah menganggur selama bertahun-tahun.
Coldcard adalah perangkat dompet cryptocurrency yang dikembangkan oleh Coinkite, di desain untuk menyimpan kunci Bitcoin secara offline dan aman. Dengan mengandalkan sistem keamanan ini, pengguna diharapkan dapat menjaga akses ke aset digital mereka tanpa risiko pencurian dari internet. Namun, pencurian besar-besaran ini menunjukkan bahwa celah dalam teknologi ini dapat mengekspos pengguna, dan langkah-langkah keamanan yang diambil dalam pengembangan dompet semacam ini masih bisa gagal.
Menariknya, fitur yang mestinya memberikan perlindungan justru menjadi titik lemah. Keamanan Coldcard bergantung pada kemampuan firmware-nya untuk menghasilkan angka acak yang kuat untuk membentuk kunci. Namun, kesalahan dalam pengaturan firmware menyebabkan perangkat melewatkan generator acak khusus, dan dalam banyak kasus, kunci yang dihasilkan tidak seaman yang diharapkan. Akhirnya, kesalahan ini tidak hanya mengekspos kekayaan digital miliaran tetapi juga mengurangi kepercayaan pengguna terhadap sistem penyimpanan mandiri.Melihat skala serangan ini, mungkin ada implikasi lebih lanjut bagi pengguna dompet cryptocurrency di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Serangan-serangan ini menyoroti perlunya pengguna untuk lebih memahami risiko dan kelemahan dalam teknologi penyimpanan aset digital mereka. Dikenal dengan reputasinya yang aman, kejadian ini mendorong pemilik Bitcoin untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka dalam menggunakan dompet hardware dan mungkin beralih ke solusi keamanan yang lebih terpercaya atau menggunakan jasa kustodian profesional.Dari perspektif pasar yang lebih luas, insiden ini menjadi bagian dari tren mencolok pencurian aset digital yang melonjak, di mana lebih dari 200 insiden pencurian telah dilaporkan sepanjang tahun ini, dengan kerugian total melebihi $950 juta. Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun dompet hardware seperti Coldcard menawarkan keamanan tinggi, mereka tidak kebal terhadap ancaman yang ada.Dalam konteks keamanan cryptocurrency yang semakin kompleks, penting bagi investor dan pengguna untuk tetap waspada dan secara aktif mengevaluasi solusi penyimpanan mereka, memastikan bahwa mereka memanfaatkan metode yang paling aman dalam melindungi aset digital mereka.