TLDR
Lebih dari 1.000 bitcoin telah dicuri dari dompet dengan celah keamanan di Coldcard. Serangan ini menunjukkan bahwa meskipun perangkat keras dianggap aman, kerentanan dalam perangkat lunak dapat dieksploitasi. Pengguna dompet Coldcard harus waspada dan segera memindahkan dana mereka untuk menghindari pencurian lebih lanjut. Pomodo.id - Menurut laporan terbaru, serangkaian pencurian besar mengakibatkan hilangnya lebih dari 1.000 bitcoin, senilai sekitar $70 juta, dari 1.196 dompet hanya dalam waktu 41 menit pada tanggal 30 Juli 2026. Pencurian ini, yang terjadi di banyak blok dalam rentang waktu tertentu, menunjukkan bahwa keamananan perangkat keras dompet Coldcard telah dilanggar melalui kerentanan dalam firmware yang seharusnya menjamin keamanan penyimpanan kunci bitcoin.Dari hasil analisis Galaxy Research, sekitar 1.082,65 BTC berhasil diambil antara pukul 01:10 dan 01:51 UTC, melibatkan enam blok, di mana tiga blok di antara transaksi tidak memiliki pergerakan. Kejahatan ini melibatkan pengalihan 1.324 bagian bitcoin melalui 500 transaksi, yang sebagian besar berasal dari dompet yang sudah lama tidak aktif. Semua dompet yang terkena pencurian adalah dompet dengan tanda tangan tunggal, masing-masing menyimpan lebih dari 0,15 BTC dan banyak di antaranya telah ada sejak 2021, yang cocok dengan usia kerentanan firmware itu sendiri.
Coldcard adalah dompet hardware yang dirancang oleh perusahaan Kanada, Coinkite. Alat kecil ini bertujuan untuk menyimpan kunci bitcoin secara offline, jauh dari perangkat yang terhubung ke internet, sehingga diharapkan dapat meningkatkan keamanan. Sayangnya, pada saat pembuatan dompet, firmware Coldcard tidak melakukan pemilihan angka acak dengan benar untuk menghasilkan kunci, karena ada pengaturan yang menghentikan penggunaan generator acak perangkat kerasnya. Kesalahan ini berpotensi membuat dompet ini lebih rentan terhadap pencurian, yang menjadi titik lemah dalam prosedur keamanan yang seharusnya ada.
Konsekuensi yang muncul dari kejadian ini adalah kerugian besar bagi pemilik dompet yang mungkin tidak menyadari bahwa mereka berada dalam risiko hingga pencurian terjadi. Meskipun insiden ini sekilas mungkin kalah besar jika dibandingkan dengan beberapa pencurian lain di dunia cryptocurrency, mekanisme di balik pencurian ini menunjukkan bahwa bahkan metode penyimpanan yang dianggap paling aman pun tidak kebal terhadap serangan. Kejadian ini memukul balik kepercayaan masyarakat terhadap dompet hardware dan mengangkat isu lanjutan mengenai keharusan untuk melakukan audit keamanan yang lebih ketat terhadap perangkat keras.Kejadian pencurian ini menimbulkan pertanyaan lebih jauh tentang bagaimana pengguna seharusnya menjaga aset digital mereka dan tingkat kepercayaan yang seharusnya ada terhadap perangkat penyimpanan tersebut. Dengan kerentanan semacam ini, pengguna mungkin akan beralih menggunakan solusi penyimpanan yang lebih rumit atau mungkin mempertimbangkan untuk menyerahkan pengelolaan kunci mereka kepada pihak ketiga yang dianggap lebih aman, meskipun hal ini sangat berlawanan dengan prinsip dasar penyimpanan mandiri dalam cryptocurrency.Pada akhirnya, perkembangan seperti ini mengingatkan kita bahwa dalam ekosistem cryptocurrency, keamanan tidak hanya tentang menjaga jarak; hal ini juga melibatkan pemahaman teknologi yang mendasarinya. Seiring meningkatnya serangan terhadap infrastruktur kripto, produsen dompet seperti Coinkite dan lainnya perlu berinvestasi lebih banyak dalam penelitian serta pengembangan untuk mengatasi potensi kerentanan dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang di masa depan.