TLDR
Setelah insiden Coldcard, banyak investor beralih ke bursa untuk keamanan lebih. Coldcard mengalami masalah keamanan serius yang mempengaruhi cara perangkat menghasilkan frase benih. Pergerakan dana ke bursa menunjukkan ketidakpastian di antara pemegang Bitcoin mengenai keamanan penyimpanan mandiri. Pomodo.id - Insiden keamanan terbaru yang melibatkan wallet hardware Coldcard, yang dibuat oleh perusahaan Kanada Coinkite, telah memicu kekhawatiran baru mengenai keamanan metode self-custody dalam menyimpan Bitcoin. Serangkaian serangan yang dimulai pada 30 Juli 2023 ini menyoroti kerentanan yang sebelumnya tidak terdeteksi, yang memungkinkan peretas untuk mencuri antara 1.000 hingga 1.300 Bitcoin — setara dengan nilai sekitar Rp 1 triliun dan Rp 1,3 triliun — dari lebih dari 1.000 alamat wallet yang diyakini aman. Momen ini menunjukkan bahwa meskipun investasi dalam Bitcoin tanpa perantara, seperti bank atau bursa, dianggap lebih aman, risiko teknologi dapat merusak janji tersebut.Dalam insiden ini, peretas mengeksploitasi celah dalam firmware yang sudah ada sejak Maret 2021, yang mempengaruhi cara perangkat menghasilkan frasa pemulihan. Akibatnya, setiap model Coldcard yang terkena serangan mengandalkan hasil yang lebih dapat diprediksi untuk frasa pemulihan, memungkinkan pencurian Bitcoin tanpa perlu mengakses fisik perangkat. Kejadian ini tidak hanya merugikan pengguna, tetapi juga mengubah perilaku investor; seiring dengan meningkatnya keraguan terhadap cara penyimpanan ini, banyak yang memilih untuk memindahkan aset mereka kembali ke bursa. Dalam satu hari setelah insiden, deposit harian Bitcoin ke bursa mencapai jumlah yang tertinggi sejak Februari dengan konversi lebih dari 7.300 BTC, menunjukkan gelombang ketidakpastian di kalangan investor.Meskipun celah keamanan Coldcard telah diperbaiki dan pengguna disarankan untuk membuat wallet baru dan memindahkan dana mereka, solusi ini tidak cukup untuk memastikan bahwa aset mereka aman. CEO Coinkite, NVK, mengimbau pengguna untuk segera bertindak, mengingat pembaruan firmware tidak memperbaiki masalah yang ada pada frasa pemulihan yang sudah dihasilkan sebelumnya. Perkembangan ini mengungkapkan ketegangan baru dalam komunitas Bitcoin. Metode self-custody, yang menjadi salah satu daya tarik utama Bitcoin, kini dipertanyakan khususnya di kalangan investor ritel yang mungkin tidak memiliki pengetahuan teknis yang cukup untuk mengelola dan mengamankan kunci pribadi mereka.
Coldcard adalah dompet hardware yang terdesain khusus untuk menyimpan Bitcoin dengan aman. Dompet ini mengutamakan fitur keamanan dan menjanjikan cara untuk mengelola aset digital secara mandiri tanpa keterlibatan perantara. Namun, seperti yang telah terbukti, bahkan perangkat yang secara teknis unggul pun tidak sepenuhnya bebas dari risiko, dan celah yang teridentifikasi baru-baru ini menjelaskan mengapa penting bagi pengguna untuk tidak hanya mengandalkan satu metode penyimpanan. Penggunaan Coldcard ada di tengah kontroversi tentang keamanan, yang dapat mendorong investor untuk beralih ke produk pengelolaan profesional.
Insiden ini menandai salah satu kegagalan paling signifikan dalam sejarah Bitcoin terkait dengan self-custody. Komentar dari para pengamat industri menunjukkan bahwa ini adalah serangan yang paling menghancurkan bagi pengguna Bitcoin yang paling berpengalaman dan terampil. Ketika lebih banyak orang menjadi skeptis terhadap metode penyimpanan mandiri, ada risiko tingginya kepindahan ke solusi yang lebih terkendali dan teratur, seperti penyimpanan profesional di bursa. Dengan demikian, kita mungkin melihat pergeseran yang signifikan dalam cara investor berinteraksi dengan Bitcoin, di mana kepercayaan kembali terarah ke platform yang lebih diatur, yang dapat mempengaruhi dinamika pasar cryptocurrency di masa depan.