TLDR
Kerentanan pada Coldcard disebabkan oleh kesalahan dalam integrasi firmware yang mempengaruhi keamanan seed Bitcoin. Serangan terhadap 1,196 alamat Bitcoin menunjukkan pentingnya memperbarui firmware dan mengamankan seed pengguna. Pengguna dompet keras yang mungkin terpengaruh disarankan untuk menghasilkan seed baru dan memindahkan koin mereka untuk menghindari risiko lebih lanjut. Pomodo.id - Serangan besar terjadi pada 30 Juli 2026, ketika 1.196 alamat Bitcoin diserang dalam waktu 41 menit, mengakibatkan pencurian sebanyak 1.082,65 BTC yang bernilai sekitar 70,2 juta dolar. Penelitian oleh Galaxy Research menemukan bahwa serangan ini terkait dengan cacat firmware pada Coldcard, dompet perangkat keras khusus Bitcoin yang diproduksi oleh perusahaan Kanada Coinkite. Kesalahan integrasi firmware yang terjadi pada Maret 2021 membuat proses pembuatan benih (seed) menggunakan generator angka acak perangkat lunak (PRNG) alih-alih menggunakan generator angka acak perangkat keras (RNG) STM32.Saat sebuah dompet dibuat, perangkat seharusnya menghasilkan angka yang sangat besar dan tidak dapat ditebak, yang dikenal sebagai benih, dari sumber acak yang aman. Namun, firmware Coldcard tidak mampu menghasilkan randomisasi yang dibutuhkan, karena pengaturan internal menginstruksikan perangkat untuk tidak menggunakan generator acak mereka sendiri. Sebuah pemeriksaan dalam pustaka pendukung hanya memastikan bahwa pengaturan tersebut ada, tanpa memverifikasi apakah pengaturan itu diaktifkan. Hal ini menyebabkan pembuatan kunci yang rentan, dan seorang penyerang bisa memprediksi atau membatasi output dalam perangkat secara offline tanpa harus mengakses perangkat fisik.Meskipun 1.082,65 BTC yang dicuri adalah jumlah yang signifikan, mekanisme serangan ini sedikit lebih kecil dibandingkan dengan insiden pencurian cryptocurrency lainnya tahun ini. Biasanya, pencurian cryptocurrency melibatkan peretasan pada bursa, kontrak yang ditipu, atau phishing terhadap kunci yang tersimpan di laptop. Coldcard, sebagai dompet perangkat keras, menjanjikan keamanan yang lebih tinggi dengan menyimpan kunci di perangkat yang tidak terhubung ke internet dan seharusnya membuatnya lebih sulit untuk diakses oleh penyerang. Namun, cacat firmware ini menunjukkan kerentanan mendasar dalam design keamanan perangkat keras.Meskipun Coinkite telah mengeluarkan pembaruan firmware darurat untuk setiap model yang terpengaruh pada 31 Juli, memperbaiki firmware tidak dapat mengatasi benih yang telah terungkap. Coinkite menyarankan semua pemilik yang menggunakan benih yang terpapar untuk menghasilkan yang baru pada firmware yang telah diperbaiki dan memindahkan koin mereka. Kembali mengembalikan benih lama ke firmware yang diperbarui atau dompet lain membawa risiko kerentanan ke depan, dan hingga saat ini, tidak ada laporan publik yang dapat merekonstruksi benih korban dan mencocokkannya dengan alamat yang dibobol.Tindakan pencegahan harus dimprioritaskan untuk melindungi aset digital. Pengguna dompet perangkat keras harus menyadari pentingnya menjaga keamanan benih mereka dan mengupdate firmware secara teratur untuk menghindari risiko serangan serupa di masa depan. Hal ini menjadi pelajaran penting terkait keamanan penyimpanan cryptocurrency dan menyoroti potensi risiko yang dapat ditimbulkan oleh ketidakpastian teknis, terutama dalam dunia yang semakin bergantung pada teknologi digital.
Coldcard adalah dompet perangkat keras yang dirancang khusus untuk keamanan penyimpanan cryptocurrency, terutama Bitcoin. Dompet ini seharusnya mengamankan kunci pribadi dengan menjaga agar tetap offline, jauh dari ancaman internet. Namun, kesalahan dalam firmware Coldcard yang mengalihkan pembuatan benih ke perangkat lunak yang tidak aman menunjukkan bahwa tidak ada sistem yang benar-benar kebal terhadap kerentanan. Pemilik Coldcard disarankan untuk memperbarui perangkat lunak mereka dan menghasilkan benih baru untuk melindungi aset digital mereka lebih lanjut.