Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Dari Reaktor ke Ramadan

Share

Kumpulan artikel yang mencakup penemuan ilmiah dan inovasi teknologi dari penghapusan inti nuklir di Jerman hingga robotaxi otonom di China, fenomena alam mengejutkan serta sorotan budaya Ramadan dan tips kehidupan sehari-hari.

12 Feb 2026, 13.05 WIB

Bank Indonesia Luncurkan Aplikasi PINTAR untuk Pemesanan Uang Lebaran 2026

Bank Indonesia Luncurkan Aplikasi PINTAR untuk Pemesanan Uang Lebaran 2026
Bank Indonesia meluncurkan layanan pemesanan uang melalui aplikasi PINTAR pada bulan Februari 2026 untuk mempermudah masyarakat dalam menukar uang Lebaran. Program ini bagian dari Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 yang bertujuan mengatur penukaran uang supaya lebih teratur dan efisien. Pemesanan melalui aplikasi PINTAR dibagi menjadi dua periode berdasarkan wilayah. Wilayah Pulau Jawa dapat mulai memesan pada 13 Februari 2026 pukul 14.00 WIB, sedangkan wilayah Luar Pulau Jawa mulai pemesanan pada 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB. Ini dilakukan untuk menghindari penumpukan dan memudahkan pengaturan antrean. Penukaran uang yang telah dipesan dapat dilakukan mulai tanggal 18 sampai 27 Februari 2026. Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk selalu membuka situs pintar.bi.go.id untuk mendapatkan informasi terbaru terkait jadwal, cara pemesanan, dan aturan lainnya yang perlu diperhatikan. Salah satu syarat penting dalam penukaran uang lewat aplikasi PINTAR adalah membawa KTP yang sesuai dengan identitas saat pemesanan di aplikasi. Hal ini guna menjaga keamanan dan mencegah penyalahgunaan dalam proses penukaran uang tunai. Dengan adanya aplikasi PINTAR, diharapkan masyarakat bisa menukarkan uang Lebaran dengan lebih mudah tanpa harus mengantri lama di bank atau tempat penukaran lainnya. Sistem digital ini juga menjadi bukti kemajuan teknologi dalam layanan keuangan di Indonesia.
11 Feb 2026, 18.20 WIB

Cara Mudah Memblokir Nomor Tak Dikenal Agar Terhindar dari Penipuan Telepon

Cara Mudah Memblokir Nomor Tak Dikenal Agar Terhindar dari Penipuan Telepon
Gangguan telepon dari nomor tidak dikenal yang menawarkan pinjaman online ilegal atau pekerjaan penipuan seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara memblokir nomor-nomor tersebut supaya tidak terus mengganggu. Bagi pengguna Android, pemblokiran nomor tak dikenal bisa dilakukan dengan membuka aplikasi Telepon, memilih tab Terakhir, kemudian tekan dan tahan nomor yang ingin diblokir. Setelah itu, pilih opsi 'block/report spam' agar nomor tersebut tidak bisa menghubungi kita lagi. Pengguna iPhone juga bisa melakukan hal serupa lewat menu Telepon. Caranya buka tab Terbaru, cari nomor yang ingin diblokir, klik ikon 'i' di samping nomor, lalu pilih opsi 'Blokir Penelepon ini'. Dengan begitu, nomor tersebut tidak dapat lagi menelepon atau mengirim pesan. Selain menggunakan fitur bawaan, aplikasi pihak ketiga seperti Get Contact dapat membantu mengidentifikasi nomor spam dan bahkan memblokirnya secara otomatis lewat pengaturan aplikasi. Ini memberikan perlindungan ekstra bagi pengguna dari panggilan spam. Dengan mengetahui cara memblokir nomor tidak dikenal ini, kita dapat lebih aman dan nyaman menggunakan telepon tanpa takut diganggu oleh nomor spam maupun penipuan. Semoga panduan ini bermanfaat untuk segala kalangan.
11 Feb 2026, 07.00 WIB

Komunitas Pemburu-Pengumpul di Eropa Bertahan Melawan Migrasi Petani dan Penggembala

Komunitas Pemburu-Pengumpul di Eropa Bertahan Melawan Migrasi Petani dan Penggembala
Selama ribuan tahun, sebagian besar Eropa bertransformasi dari gaya hidup pemburu-pengumpul menjadi masyarakat bertani dan beternak melalui migrasi besar dari wilayah Timur Tengah dan Eurasia. Namun, wilayah delta sungai Rhine–Meuse yang mencakup Belanda, Belgia, dan Jerman Barat, menjadi pengecualian dengan mempertahankan tingkat keturunan pemburu-pengumpul yang tinggi hingga ribuan tahun kemudian. Para ilmuwan genetika, termasuk David Reich dari Harvard, menganalisis DNA kuno dari 112 individu yang hidup antara 8.500 hingga 1.700 tahun sebelum sekarang. Mereka menemukan bukti kuat bahwa komunitas pemburu-pengumpul di area ini tetap bertahan secara genetik meskipun sebagian besar wilayah sekitarnya sudah mengadopsi pertanian dan peternakan yang dibawa oleh kelompok migran. Patut dicatat bahwa meski secara genetik bertahan, komunitas di wilayah Rhine–Meuse juga mengadopsi beberapa aspek budaya pertanian seperti peralatan dan pola pemakaman, yang menunjukkan adanya pertukaran budaya dengan kelompok lain. Studi juga menemukan bukti adanya bias jenis kelamin dalam pertukaran genetik ini, dengan perempuan petani lebih banyak bergabung ke komunitas pemburu-pengumpul. Para peneliti mengatakan wilayah rawa, hutan, dan rawa-rawa di Rhine–Meuse bisa menjadi faktor pembatas penyebaran pertanian berskala besar, sekaligus memudahkan komunitas berbasis air ini berkelanjutan dan berdampingan secara unik dari lingkungannya. Kontak dengan kelompok yang membawa keturunan stepa Eurasia juga terbatas di wilayah ini terutama pada masa awal masuknya budaya Bell Beaker sekitar 3.000 SM. Penemuan ini memperkaya pemahaman kita tentang sejarah populasi Eropa dan memperlihatkan bahwa migrasi kuno tidak selalu berarti penggantian total, melainkan menciptakan lapisan interaksi budaya dan genetik yang kompleks. Hal ini membuka peluang riset baru mengenai dinamika sosial yang mendorong perpaduan budaya, terutama peran perempuan dalam sejarah panjang Eropa.
11 Feb 2026, 01.10 WIB

Ilmuwan Temukan Penyebab Sabuk Radiasi Uranus yang Sangat Kuat

Ilmuwan Temukan Penyebab Sabuk Radiasi Uranus yang Sangat Kuat
Pada tahun 1986, Voyager 2 melintasi Uranus dan mengukur sabuk radiasi di sekitar planet tersebut. Data menunjukkan bahwa sabuk radiasi elektron Uranus jauh lebih kuat dibandingkan yang diprediksi oleh para ilmuwan, menimbulkan sebuah misteri yang belum terpecahkan selama bertahun-tahun. Baru-baru ini, para peneliti dari Southwest Research Institute melakukan analisis ulang data Voyager 2 dan membandingkannya dengan pengamatan dari Bumi selama peristiwa ruang angkasa intens di tahun 2019. Penelitian ini mengarah pada pemahaman baru tentang penyebab tingginya energi di sabuk radiasi Uranus. Para ilmuwan menemukan bahwa sebuah fenomena bernama Co-rotating Interaction Region, yang terjadi ketika angin matahari dengan kecepatan tinggi mengejar arus angin yang lebih lambat, kemungkinan besar telah memperkuat sabuk radiasi elektron Uranus saat Voyager 2 lewat. Temuan ini penting karena bisa menjelaskan mengapa sabuk radiasi Uranus begitu intens dan memberikan petunjuk bagaimana interaksi medan magnet planet luar dengan angin matahari berlangsung. Selain itu, pengetahuan ini juga dapat diterapkan untuk memahami sistem magnetosfer planet lain, seperti Neptunus. Dengan adanya temuan ini, para ilmuwan menuntut misi baru yang akan mengorbit Uranus dan mengumpulkan data langsung dari berbagai bagian magnetosfernya. Ini akan membantu menjawab banyak pertanyaan tentang stabilitas dan dinamika sabuk radiasi Uranus.
09 Feb 2026, 19.28 WIB

Pony AI Mulai Produksi Massal 1.000 Robotaxi Otonom Bersama Toyota

Pony AI Mulai Produksi Massal 1.000 Robotaxi Otonom Bersama Toyota
Pony AI, perusahaan teknologi kendaraan otonom yang berbasis di Guangzhou, Tiongkok, telah mengumumkan bahwa mereka mulai memproduksi 1.000 robotaxi otonom tahun ini. Robotaxi ini dikembangkan bersama Toyota, sebuah perusahaan mobil besar dengan keahlian manufaktur yang kuat, dengan tujuan untuk memperluas layanan mobil tanpa pengemudi. Robotaxi yang diproduksi memiliki kemampuan self-driving Level 4, artinya mereka bisa beroperasi tanpa intervensi manusia dalam sebagian besar situasi. Ini adalah teknologi canggih yang menunjukkan kemajuan besar dibandingkan kendaraan otonom sebelumnya yang memerlukan perhatian dari pengemudi. Pony AI menargetkan armada robotaxi mereka akan mencapai 3.000 unit pada akhir tahun 2026. Angka ini mencakup kendaraan yang akan beroperasi tidak hanya di kota-kota besar di Tiongkok, tetapi juga di pasar internasional, menandai ekspansi global perusahaan ini. Kolaborasi antara Pony AI dan Toyota tidak hanya memadukan teknologi self-driving tetapi juga memperkuat sinergi dalam aspek manufaktur dan integrasi rantai pasokan. Sinergi ini menguatkan posisi mereka dalam menghadapi persaingan pasar kendaraan otonom yang semakin ketat. Para ahli mengatakan bahwa dengan semakin banyaknya robotaxi yang beroperasi di jalanan, masyarakat Tiongkok dan pengguna internasional akan lebih akrab dan menerima layanan kendaraan otonom sebagai alternatif transportasi yang aman dan nyaman.
Sebelumnya

Baca Juga

  • Inovasi Global & Dinamika Nusantara

  • Galaksi Inovasi & Kebijakan

  • Dari Reaktor ke Ramadan

  • Radar Inovasi & GeopeoTek

  • Arena Kecerdasan Buatan Global

  • Radar Inovasi Harian

  • Teknologi Frontier: Sains, Energi & Keamanan

  • Mengapa Indeks Hang Seng Tech Berkinerja Buruk Sementara Saham AI Melonjak?

  • Spektrum AI: Wearable hingga Data Center

  • Revolusi Tekno-Bisnis 2026