Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Bisnis

Peningkatan Pendanaan Startup dan Inovasi

Share

Kelompok berita ini membahas perkembangan pendanaan dan inovasi startup global, termasuk peran modal ventura dan akselerator dalam mendongkrak ekosistem teknologi.

22 Jan 2026, 06.24 WIB

Startup RadixArk dan vLLM Cepat Raih Investasi Besar Berkat Inovasi AI

Startup RadixArk dan vLLM Cepat Raih Investasi Besar Berkat Inovasi AI
Beberapa tim yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan SGLang, alat open source populer yang membantu mempercepat pelatihan AI, kini telah beralih ke startup komersial bernama RadixArk. Startup ini berasal dari proyek yang dimulai di laboratorium UC Berkeley dan telah dinilai sekitar 400 juta dolar setelah pendanaan terbaru yang dipimpin oleh Accel. Ying Sheng, yang pernah bekerja di startup AI Elon Musk dan Databricks, menjadi salah satu pendiri dan CEO RadixArk. Startup ini fokus mengoptimalkan proses inferensi model AI, yang penting untuk menjalankan model lebih cepat dan efisien dengan biaya server yang lebih rendah. Proyek lain bernama vLLM juga mengalami hal serupa, berubah dari open source menjadi perusahaan komersial dengan potensi pendanaan mencapai 160 juta dolar yang dipimpin oleh Andreessen Horowitz. Keduanya dikembangkan di laboratorium Ion Stoica di UC Berkeley yang terkenal di bidang teknologi dan startup AI. RadixArk tetap melanjutkan pengembangan open source SGLang dan juga mengembangkan framework baru bernama Miles untuk pembelajaran penguatan (reinforcement learning). Meskipun sebagian alat masih gratis, RadixArk sudah mulai mengenakan biaya untuk layanan hostingnya, menunjukkan adanya pergeseran menuju model bisnis komersial. Pendanaan besar-besaran di startup penyedia infrastruktur inferensi AI, seperti Baseten dan Fireworks AI, menunjukkan betapa pentingnya lapisan inferensi ini dalam ekosistem AI yang terus berkembang dan mahal. Hal ini menegaskan bahwa efisiensi dalam menjalankan model AI menjadi fokus utama industri teknologi saat ini.
21 Jan 2026, 21.00 WIB

PraxisPro: Platform AI untuk Melatih Penjual Obat dan Perangkat Medis

PraxisPro: Platform AI untuk Melatih Penjual Obat dan Perangkat Medis
Cam Badger memulai karirnya sebagai sales di sebuah perusahaan farmasi dan menemukan bahwa pelatihan yang ada tidak efektif dan tidak konsisten. Ia bersama Bhrugu Giri kemudian mendirikan PraxisPro, platform coaching penjualan yang fokus pada bidang life science seperti farmasi dan startup medis. PraxisPro menggunakan teknologi AI dan model bahasa yang dilatih secara khusus dengan data life science untuk membantu salesperson berlatih komunikasi dan interaksi dengan tenaga kesehatan. Hal ini bertujuan agar penjualan produk medis dapat berjalan lebih efektif dan sesuai aturan legal. Platform ini menyediakan fitur role-playing AI yang mensimulasikan percakapan dengan tenaga medis agar salesperson lebih siap menghadapi berbagai situasi dan keberatan yang mungkin muncul selama proses penjualan. PraxisPro juga dapat diintegrasikan dengan perangkat lunak enterprise yang sudah ada. Pada 2023, PraxisPro resmi diluncurkan dan mendapat pendanaan seed sebesar 6 juta dolar yang dipimpin AlleyCorp, serta dukungan dari beberapa venture capital lain seperti FlyBridge dan Zeal Capital Partners. Dana ini akan digunakan untuk meningkatkan riset dan pengembangan platform mereka. Cam Badger berharap bahwa dengan memberikan alat latihan yang tepat, tim komersial bidang medis dapat meningkatkan level komunikasi mereka secara konsisten dan bertanggung jawab sehingga inovasi terapi bisa sampai kepada pasien yang membutuhkan secara lebih luas dan cepat.
21 Jan 2026, 19.00 WIB

Preply Raih Valuasi Miliaran dan Perkuat AI Tanpa Gantikan Tutor Manusia

Preply Raih Valuasi Miliaran dan Perkuat AI Tanpa Gantikan Tutor Manusia
Preply adalah sebuah platform pembelajaran bahasa yang telah berdiri sejak 2013 dan kini semakin berkembang dengan sistem yang menggabungkan tutor manusia dan teknologi AI. Baru-baru ini, perusahaan ini mendapatkan pendanaan sebesar Rp 2.50 triliun ($150 juta) dalam putaran Seri D yang membuat valuasi Preply mencapai Rp 20.04 triliun ($1,2 miliar) . Sejak awal berdirinya, Preply mengandalkan tutor manusia sebagai keunikan utama, yang kini didukung dengan integrasi AI untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Teknologi AI digunakan untuk membantu membuat ringkasan pelajaran, mengatur pekerjaan rumah, serta mencocokkan siswa dengan tutor yang paling sesuai kebutuhan mereka. Preply telah mencapai profitabilitas EBITDA selama setahun terakhir, sebuah pencapaian penting bagi startup yang berusia 14 tahun. Perusahaan juga memperkuat tim AI mereka di empat kantor yang tersebar di Barcelona, London, New York, dan Kyiv, meski kondisi sulit di Ukraina membuat kantor di Kyiv mengalami tantangan besar. Meskipun konflik di Ukraina terjadi, perusahaan tetap berkomitmen mempertahankan kantornya di Kyiv dan menyediakan fasilitas agar karyawan tetap dapat bekerja dengan nyaman. Hal ini menunjukkan loyalitas dan perhatian Preply terhadap karyawannya serta keteguhan mereka dalam situasi sulit. Preply juga didukung oleh beberapa investor ternama dan kini bergabung dengan startup unicorn lainnya dengan akar Ukraina. Adanya WestCap yang dipimpin oleh mantan CFO Airbnb, Laurence Tosi, turut memberikan harapan bahwa Preply akan mempersiapkan diri untuk kemungkinan penawaran saham perdana (IPO) di masa depan, walau belum ada rencana pasti.
21 Jan 2026, 09.00 WIB

Bolna Sukses Buktikan Potensi Voice AI di India dengan Pendapatan Nyata

Bolna Sukses Buktikan Potensi Voice AI di India dengan Pendapatan Nyata
Di India, teknologi suara semakin diminati oleh berbagai bisnis dan startup karena kemudahan komunikasi yang ditawarkannya. Meskipun banyak yang tertarik untuk memakai voice AI, masih ada keraguan apakah perusahaan-perusahaan di India akan membayar untuk solusi ini. Bolna, sebuah startup voice orchestration, menghadapi tantangan ini dengan membuktikan bahwa produk mereka tidak hanya inovatif tapi juga bisa menghasilkan pendapatan. Pada awalnya, Bolna sempat ditolak lima kali oleh Y Combinator karena ada persepsi bahwa bisnis India tidak akan membayar layanan voice AI. Namun, setelah menunjukkan pendapatan lebih dari 25.000 dolar AS setiap bulan dan meningkatkan harga pilot dari 100 dolar AS menjadi 500 dolar AS, mereka akhirnya diterima. Ini membuktikan bahwa ada pasar nyata untuk teknologi mereka. Bolna menawarkan platform orkestrasi yang menghubungkan dan mengelola berbagai teknologi voice AI, yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar India, seperti fitur pengenalan suara campuran bahasa dan integrasi dengan platform seperti Truecaller. Keunikan produk ini adalah kemudahan penggunaannya yang memungkinkan siapa saja membuat agen suara tanpa harus memahami teknologinya secara mendalam. Startup ini sudah menangani lebih dari 200.000 panggilan per hari dan hampir mencapai 700.000 dolar AS dalam pendapatan berulang tahunan. Mereka juga memiliki berbagai klien dari perusahaan kecil hingga menengah, serta mulai mendapatkan proyek besar dengan dukungan tim teknisi yang bekerja langsung dengan klien untuk implementasi khusus. Bolna berhasil mendapatkan pendanaan sebesar 6,3 juta dolar AS dari investor terkenal termasuk General Catalyst dan Y Combinator. Dengan keberhasilan ini, Bolna berpotensi menjadi pemimpin pasar voice AI di India, menyediakan solusi fleksibel dan sesuai kebutuhan yang dapat bertahan dalam perkembangan teknologi AI yang cepat.

Baca Juga

  • Transformasi Ritel Digital dan E-commerce

  • Startup Teknologi India Raih Pendanaan Besar

  • Transformasi Digital di Indonesia

  • Transformasi Digital di Ritel dan E-commerce

  • Peningkatan Pendanaan Startup dan Inovasi