
Preply adalah sebuah platform pembelajaran bahasa yang telah berdiri sejak 2013 dan kini semakin berkembang dengan sistem yang menggabungkan tutor manusia dan teknologi AI. Baru-baru ini, perusahaan ini mendapatkan pendanaan sebesar Rp 2.50 triliun ($150 juta) dalam putaran Seri D yang membuat valuasi Preply mencapai Rp 20.04 triliun ($1,2 miliar) .
Sejak awal berdirinya, Preply mengandalkan tutor manusia sebagai keunikan utama, yang kini didukung dengan integrasi AI untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Teknologi AI digunakan untuk membantu membuat ringkasan pelajaran, mengatur pekerjaan rumah, serta mencocokkan siswa dengan tutor yang paling sesuai kebutuhan mereka.
Preply telah mencapai profitabilitas EBITDA selama setahun terakhir, sebuah pencapaian penting bagi startup yang berusia 14 tahun. Perusahaan juga memperkuat tim AI mereka di empat kantor yang tersebar di Barcelona, London, New York, dan Kyiv, meski kondisi sulit di Ukraina membuat kantor di Kyiv mengalami tantangan besar.
Meskipun konflik di Ukraina terjadi, perusahaan tetap berkomitmen mempertahankan kantornya di Kyiv dan menyediakan fasilitas agar karyawan tetap dapat bekerja dengan nyaman. Hal ini menunjukkan loyalitas dan perhatian Preply terhadap karyawannya serta keteguhan mereka dalam situasi sulit.
Preply juga didukung oleh beberapa investor ternama dan kini bergabung dengan startup unicorn lainnya dengan akar Ukraina. Adanya WestCap yang dipimpin oleh mantan CFO Airbnb, Laurence Tosi, turut memberikan harapan bahwa Preply akan mempersiapkan diri untuk kemungkinan penawaran saham perdana (IPO) di masa depan, walau belum ada rencana pasti.