
Teknologi brain-computer interface (BCI) saat ini menghadapi tantangan besar karena electrode yang kaku sulit mengikuti pergerakan alami otak, sehingga sering bergeser dan menyebabkan kerusakan jaringan. Hal ini membatasi keefektifan dan durasi penggunaan implant BCI, terutama dalam aplikasi medis.
Peneliti dari Chinese Academy of Sciences mengembangkan implant otak baru yang terinspirasi dari kirigami, teknik memotong dan melipat kertas Jepang. Desain baru ini membuat electrode berbentuk spiral yang fleksibel dan dapat meregang, sehingga bisa bergerak mengikuti otak tanpa merusak jaringan.
Selain bentuk spiral, implant ini dilapisi material hidrogel yang berfungsi mengurangi gesekan selama pemasangan dan membantu electrode ‘mengapung’ di atas otak. Ini menambah stabilitas dan mengurangi risiko peradangan atau kerusakan yang biasanya muncul pada implant yang kaku.
Pengujian pada monyet makaka menunjukkan implant baru ini mampu merekam sinyal dari lebih dari 700 neuron secara simultan dengan stabilitas yang jauh lebih baik dibandingkan implant tradisional. Ini membuka peluang baru dalam aplikasi BCI yang membutuhkan cakupan luas dan akurasi tinggi.
Jika teknologi kirigami ini dapat diterapkan secara luas pada manusia, potensi manfaatnya sangat besar, mulai dari membantu pasien lumpuh mengendalikan alat, memulihkan kemampuan bicara, hingga peningkatan fungsi kognitif. Ini bisa jadi langkah penting dalam revolusi teknologi penghubung otak dan komputer.