Fokus
Teknologi

Meningkatnya Penipuan Finansial Digital di Indonesia

Share

Beberapa berita mengungkapkan peningkatan kasus penipuan melalui aplikasi mobile banking dan panggilan vishing yang menargetkan konsumen di Indonesia. Upaya ini mencerminkan tantangan serius dalam menjaga keamanan finansial di era digital yang perlu segera diatasi untuk melindungi kepentingan pengguna.

06 Feb 2026, 12.25 WIB

Waspadai Bahaya WiFi Palsu di Tempat Umum, Ini Cara Melindungi Data Anda

Waspadai Bahaya WiFi Palsu di Tempat Umum, Ini Cara Melindungi Data Anda
Berhati-hatilah saat mengakses jaringan wifi di tempat umum karena ada risiko tersambung dengan wifi palsu yang dapat membahayakan keamanan data pribadi dan keuangan Anda. Penipu menggunakan teknik khusus yang membuat jaringan tersebut tampak seperti wifi asli sehingga korban merasa percaya dan terjebak. Salah satu kasus penting terkait wifi palsu terjadi di beberapa bandara dan penerbangan domestik di Australia seperti Perth, Melbourne, dan Adelaide. Karyawan maskapai penerbangan menemukan jaringan wifi mencurigakan saat penerbangan dan melaporkannya ke pihak kepolisian setempat. Polisi Federal Australia menangani penyelidikan kasus ini dan pada April 2024 berhasil menangkap seorang pria berusia 42 tahun yang diduga sebagai pelaku kejahatan ini. Saat penggeledahan ditemukan berbagai perangkat elektronik seperti laptop, ponsel, dan alat akses nirkabel portabel yang digunakan untuk serangan. Metode serangan yang digunakan disebut serangan 'evil twin' dimana titik akses wifi palsu dibuat dengan nama jaringan (SSID) yang hampir sama dengan wifi resmi. Korban yang tidak curiga memasukkan data-data penting seperti informasi keuangan dan identitas pribadi pada laman login palsu. Untuk melindungi diri, disarankan menggunakan VPN yang terpercaya karena teknologi ini membantu mengenkripsi aktivitas internet dan menjaga data agar tetap aman. Ingat bahwa wifi gratis yang sah tidak akan meminta data personal seperti kata sandi atau nomor rekening ketika Anda terhubung.
04 Feb 2026, 18.00 WIB

Waspada! Aplikasi Pinjol Palsu Bisa Curi Data dan Buat Utang Membengkak

Para penjahat siber sering melakukan penipuan melalui email atau pesan singkat yang berisi tautan berbahaya. Tautan ini berisi malware yang bisa mencuri data pribadi, termasuk informasi keuangan para korban. Selain itu, kini ada modus baru dengan aplikasi palsu yang beredar di toko aplikasi resmi seperti Google Play Store. McAfee, sebuah perusahaan keamanan siber, menemukan 15 aplikasi berbahaya yang digunakan untuk mencuri data pribadi dan membobol rekening korban. Aplikasi ini telah diunduh sebanyak 8 juta kali, dan tiga di antaranya bahkan tersebar di Indonesia dengan total pengguna mencapai 2 juta orang. Aplikasi tersebut banyak berasal dari jenis pinjaman online palsu yang disebut Spy Loan. Para pelaku menggunakan nama, logo, dan desain yang mirip dengan aplikasi keuangan resmi untuk menipu masyarakat. Mereka juga memasang iklan palsu di media sosial yang menjanjikan bunga rendah dan persyaratan mudah agar banyak orang tertarik mengunduh. Setelah diunduh, pengguna diminta mengisi data pribadi dan keuangan yang kemudian disalahgunakan oleh penjahat untuk meneror korban. Mereka menagih pinjaman dengan bunga yang sangat tinggi sehingga banyak korban tidak mampu membayar dan malah terlilit utang. Meskipun aplikasi-aplikasi tersebut sudah dihapus dari Google Play Store, banyak orang masih menggunakan aplikasi yang pernah diunduh. Oleh karena itu, sangat penting bagi siapa saja yang pernah mengunduh aplikasi tersebut untuk segera menghapusnya agar terhindar dari risiko kerugian dan pencurian data.
03 Feb 2026, 20.40 WIB

Waspadai Modus Telepon Penipuan: Cara Mudah Kenali Vishing

Pada zaman sekarang, banyak orang sering menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal. Sayangnya, telepon ini tidak selalu aman karena bisa jadi merupakan cara penipu untuk mendapatkan data pribadi lewat modus vishing atau phishing suara. Serangan ini mengganggu aktivitas sehari-hari dan berisiko merugikan korbannya. Penipu biasanya mengaku sebagai petugas dari pemerintah atau perusahaan besar agar korban percaya dan merasa takut. Mereka juga menawarkan hadiah atau kesepakatan yang menarik, padahal sebenarnya tidak ada. Jika Anda tidak pernah ikut undian atau perlombaan, sebaiknya waspada terhadap tawaran semacam itu. Bila penelepon memanggil dengan sapaan umum tanpa menyebut nama Anda, hal ini patut dicurigai. Apalagi jika mereka mengancam dengan tuduhan utang yang belum dibayar dan menjanjikan hukuman atau denda. Taktik intimidasi ini sering dipakai agar korban takut dan patuh mengikuti permintaan penipu. Penipu bisa meminta informasi pribadi yang sangat sensitif seperti nomor KTP, kartu kredit, atau data lainnya. Mereka bahkan mengklaim perangkat Anda terinfeksi virus agar Anda mengizinkan pemasangan aplikasi dari jarak jauh, yang sebenarnya bisa membahayakan data. Jangan pernah memberikan data pribadi kepada penelepon yang tidak dikenal. Untuk melindungi diri, segera tutup telepon jika ragu dengan panggilan yang diterima. Pastikan untuk menghubungi langsung perusahaan atau instansi terkait untuk memastikan kebenaran informasi. Menjadi waspada dan mengenali tanda-tanda telepon penipuan dapat membantu Anda terhindar dari kerugian besar.