
Seiring bertambahnya usia, banyak orang mengalami penurunan kemampuan kognitif yang wajar, termasuk kesulitan mengingat dan berpikir cepat. Namun, terdapat kelompok langka yang disebut 'Super Agers' yang mampu mempertahankan daya ingat dan fungsi otak seperti orang usia 50-an meskipun sudah berusia 80-an. Studi terbaru berusaha memahami rahasia di balik kekuatan otak mereka.
Salah satu penemuan penting adalah peran varian gen APOE, yang berperan dalam mengatur lemak dan kolesterol di otak. Gen ini memiliki tiga bentuk utama—ε2, ε3, dan ε4—di mana ε4 meningkatkan risiko penyakit Alzheimer, sementara ε2 justru memberikan perlindungan dan membantu menjaga kesehatan otak.
Penelitian yang melibatkan lebih dari 18.000 peserta menunjukkan bahwa Super Agers lebih jarang memiliki varian risiko APOE-ε4 dan justru lebih sering membawa varian APOE-ε2 dibandingkan orang sehat seusia mereka ataupun penderita Alzheimer. Varian ε2 ini tidak hanya menurunkan risiko Alzheimer tapi juga membantu memperlambat penurunan kemampuan kognitif bila penyakit sudah muncul.
Meskipun hasil ini sangat menjanjikan, penting untuk diingat bahwa banyak faktor lain seperti faktor genetik lain, pola hidup, dan lingkungan yang juga turut berperan. Penelitian belum bisa membuktikan bahwa varian APOE-ε2 adalah penyebab utama Super Aging, melainkan sebagai salah satu faktor pendukung penting.
Para ilmuwan kini tengah mengembangkan terapi yang meniru efek positif dari APOE-ε2, seperti terapi gen dan obat-obatan khusus, untuk membantu lebih banyak orang mencapai kesehatan kognitif yang lebih baik di usia tua. Ini membuka harapan baru bahwa penurunan fungsi otak bisa dicegah dan kehidupan yang lebih mandiri dapat dinikmati lebih lama.