Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Bisnis

Mendefinisikan Ulang Kesejahteraan Tenaga Kerja dan Identitas Karier di Era Hibrida

Share

Kisah ini mengulas bagaimana perubahan model kerja—termasuk tantangan remote work, pengujian psikologis untuk memahami 'career DNA', dan pergeseran menuju pekerjaan di daerah rural—mendorong perusahaan dan para psikolog untuk merancang ulang strategi kesejahteraan tenaga kerja demi meningkatkan produktivitas serta kualitas hidup. Pendekatan baru ini, yang melibatkan kolaborasi antara praktisi psikologi dan organisasi, memiliki potensi memperbaiki dinamika kehidupan kerja di era digital.

20 Jan 2026, 05.30 WIB

Kenapa Kerja Remote Tidak Cocok untuk Semua: Kenali Tanda dan Solusinya

Kenapa Kerja Remote Tidak Cocok untuk Semua: Kenali Tanda dan Solusinya
Kerja remote sering dianggap sebagai impian karier modern karena menawarkan fleksibilitas, kenyamanan, dan waktu mulai kerja tanpa harus berangkat pagi ke kantor. Banyak orang membayangkan bekerja dari rumah dengan suasana santai dan seimbang antara kerja dan kehidupan pribadi. Namun, kenyataannya, tidak semua orang cocok dengan pola kerja ini dan menghadapi berbagai tantangan tidak terlihat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bekerja dari rumah dalam waktu lama bisa meningkatkan perasaan kesepian dan risiko masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Hal ini terjadi karena hilangnya interaksi sosial seperti obrolan ringan dan rutinitas yang menjaga motivasi dan rasa memiliki dalam sebuah tim. Bagi orang yang energinya bergantung pada interaksi dengan orang lain, kerja remote bisa membuat mereka merasa terasing. Masalah lain yang muncul adalah bercampurnya batas antara waktu kerja dan waktu pribadi karena rumah menjadi tempat bekerja sekaligus tempat tinggal. Banyak pekerja merasa sulit untuk benar-benar berhenti bekerja, yang berujung pada kelelahan, stres, dan sedikit waktu untuk diri sendiri. Terutama bagi yang punya tanggung jawab rumah tangga lebih besar, seperti merawat anak, situasi ini makin rumit. Dalam hal kolaborasi, remote work juga sering menimbulkan kesulitan koordinasi dan komunikasi. Tim yang bekerja sepenuhnya jarak jauh terkadang kehilangan dinamika spontan yang biasa terjadi di kantor, sehingga proyek inovasi dan brainstorming menjadi kurang efektif. Masalah-masalah ini mempengaruhi rasa puas kerja dan pencapaian tujuan tim secara keseluruhan. Kesimpulannya, kerja remote dapat menjadi lingkungan yang sesuai untuk beberapa orang, tetapi bisa juga menjadi tantangan untuk lainnya. Penting bagi tiap individu dan perusahaan untuk mengidentifikasi kebutuhan pribadi dan tim agar menciptakan pola kerja yang mendukung produktivitas serta kesejahteraan. Model hybrid yang menggabungkan bekerja dari rumah dan kantor bisa menjadi solusi ideal.
20 Jan 2026, 02.48 WIB

Dampak Pertanian, Perjalanan Kerja, dan Remote Work pada Pasar Tenaga Kerja Pedesaan Amerika

Dampak Pertanian, Perjalanan Kerja, dan Remote Work pada Pasar Tenaga Kerja Pedesaan Amerika
Rural Amerika terdiri dari sebagian besar wilayah daratan negara dan dihuni oleh sebagian kecil populasi. Kondisi geografis ini membuat jarak antar komunitas cukup besar, yang memengaruhi peluang kerja dan mobilitas tenaga kerja di daerah ini. Meski begitu, migrasi penduduk ke daerah pedesaan mulai meningkat kembali antara 2010 dan 2020, mengindikasikan sebuah perubahan tren yang menggembirakan. Peran pertanian dalam perekonomian pedesaan telah berubah signifikan. Kini, pendapatan rumah tangga petani lebih banyak berasal dari pekerjaan di luar pertanian, terutama pada petani skala kecil dan menengah. Hal ini menunjukkan keterkaitan erat antara sektor pertanian dan ekonomi non-pertanian yang harus diakui dalam kebijakan pembangunan daerah. Masalah non-ekonomi seperti kewajiban keluarga dan keterbatasan akses pengasuhan anak memaksa banyak pekerja di pedesaan memilih kerja paruh waktu. Ini menjadi sebuah hambatan yang dapat diatasi dengan opsi kerja jarak jauh, yang memberi fleksibilitas lebih bagi pekerja untuk mengatur keseimbangan antara pekerjaan dan kebutuhan personal. Kemajuan teknologi dan kebijakan kerja jarak jauh yang sempat berkembang pesat selama pandemi membuka peluang bagi pekerja pedesaan untuk menjembatani jarak dengan pusat-pusat ekonomi di kota besar tanpa harus meninggalkan komunitas mereka. Ini juga membantu mendukung pendapatan non-pertanian yang vital bagi keberlangsungan sektor pertanian lokal. Namun sayangnya, tren terbaru menunjukkan penurunan jumlah pekerjaan yang menawarkan opsi kerja jarak jauh. Hal ini sangat merugikan warga pedesaan yang menghadapi kesulitan ekonomi dan terbatasnya peluang kerja di daerah mereka. Oleh karena itu, akan sangat penting bagi para pembuat kebijakan dan pemberi kerja untuk kembali mendorong penggunaan kerja remote sebagai strategi pengembangan ekonomi pedesaan.
19 Jan 2026, 21.27 WIB

Temukan DNA Kariermu: Sesuaikan Pekerjaan dengan Kepribadian Psikologismu

Temukan DNA Kariermu: Sesuaikan Pekerjaan dengan Kepribadian Psikologismu
Orang sering kali mengira karier yang sukses adalah soal menggabungkan gaji tinggi dan posisi prestisius, tapi kenyataannya tidak selalu begitu. Banyak yang merasa tidak puas karena pekerjaan mereka tidak sesuai dengan minat dan kebutuhan psikologis dasar yang mereka miliki. Penelitian menunjukkan ada tiga dimensi penting yang mempengaruhi kepuasan kerja: bagaimana seseorang merespon pengakuan dan status, apakah mereka lebih suka variasi atau fokus mendalam dalam pekerjaan, dan apakah mereka merasa berenergi dengan bekerja secara langsung atau memimpin melalui kolaborasi. Ketidaksesuaian dalam salah satu dari dimensi ini bisa menyebabkan perasaan lelah, kehilangan motivasi, atau penyesalan dalam karier, seperti contoh seorang software engineer yang beralih ke manajemen dan merasa tidak bahagia. Model psikologis seperti Self-Concordance Model menjelaskan bahwa kepuasan karier muncul ketika pekerjaan kita cocok dengan kebutuhan motivasi terdalam kita, bukan mengikuti norma atau harapan sosial yang seragam tentang kesuksesan. Oleh karena itu, memahami tipe psikologis kita melalui tes Career DNA bisa menjadi cara menyenangkan dan ilmiah untuk menemukan jalur karier yang tepat, sehingga membuat kita lebih bersemangat dan puas dalam pekerjaan sehari-hari.

Baca Juga

  • Konsolidasi Strategis Perusahaan Elon Musk dan Pengaruh Globalnya

  • Balapan Penerbangan China: Meningkatkan Pesawat Dalam Negeri dan Meninjau Peran Pilot

  • Kreator Mengkritisi Paradigma Baru TikTok

  • Pergantian Kepemimpinan di Arena E-Commerce Indonesia

  • Revolusi Legal Tech Berbasis AI: Transformasi Inteligensi Kontrak