
Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar terhadap target militer Iran menggunakan teknologi canggih seperti rudal Tomahawk, jet siluman, dan drone serang murah. AI dari Anthropic turut digunakan dalam operasi ini meskipun perusahaan tersebut baru dikecam sebagai risiko keamanan nasional. Operasi ini menunjukkan bahwa teknologi militer AS telah memperluas kemampuan tempurnya, termasuk penggunaan drone murah dan AI.
Rudal jelajah Tomahawk yang presisi dan pembom siluman B-2 digunakan untuk menyerang fasilitas rudal bawah tanah Iran, menandai penggunaan senjata berat dan teknologi siluman secara simultan. Drone jenis LUCAS yang murah dan satu arah dipakai untuk pertama kalinya, mencerminkan strategi baru yang mengutamakan efektivitas biaya dan skala produksi massal. Selain itu, jet tempur F-35 dan F/A-18 memainkan berbagai peran serangan serta pengawasan udara.
Penggunaan AI dan drone murah ini mengindikasikan perubahan besar dalam operasi militer modern dengan pengurangan ketergantungan pada persenjataan mahal. Namun, ketegangan politik terkait penyedia AI dan risiko keamanan tetap menjadi tantangan yang perlu ditangani serius. Strategi ini dapat menjadi model operasi militer di masa depan, menambah dimensi baru dalam peperangan modern.