TLDR
Pemasar harus kembali ke inti pemasaran yang berfokus pada pemahaman pasar dan pengalaman pelanggan. Kompleksitas martech telah membuat pemasaran menjadi lebih sulit dan menuntut lebih banyak perhatian pada eksekusi. Perubahan menuju 'vibe marketing' dapat membantu mengembalikan fokus pada membangun kepercayaan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Marketing telah berubah drastis dalam dua dekade terakhir, dengan fokus yang bergeser dari strategi dan pemahaman pasar ke eksekusi teknis dan penggunaan teknologi martech yang kompleks. Banyak pemasar merasa kewalahan dengan banyaknya platform dan channel yang harus dikelola, sehingga ide terbaik sulit diwujudkan.Ledakan teknologi martech sebesar 100 kali lipat dalam 15 tahun membentuk tantangan baru bagi pemasar yang harus menjadi teknisi daripada strategist. Data menunjukkan 55% pemasar merasa terbebani oleh channel yang dikelola, sehingga menimbulkan tekanan internal dan keraguan atas ROI dari eksekusi pemasaran.Lisa Sharapata memperkenalkan konsep "vibe marketing" yang menandai perubahan besar dalam pendekatan pemasaran, menekankan pentingnya kembali ke pilar dasar pemasaran yang mencakup pemahaman pasar, membangun merek, menciptakan pengalaman yang membangun kepercayaan, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.