TLDR
Generatif AI memberikan alat untuk mengukur nilai media yang lebih akurat. Perubahan dalam pengukuran perhatian mendorong pemasar untuk lebih memahami niat pengguna. Kualitas dan relevansi konten menjadi kunci untuk mendapatkan perhatian di era baru ini. Perkembangan teknologi generative AI sedang merombak cara kita mengukur perhatian dan dampak media, terutama pada earned media yang selama ini mengandalkan metrik seperti impressions dan unique visitors per month (UVM). Metrik lama ini sering menyesatkan karena hanya menunjukkan jumlah saja tanpa memperhatikan kualitas atau intensitas perhatian pengguna.Dalam 12 bulan terakhir, top publisher mengalami penurunan hampir 20% pada UVM karena para pengguna mulai lebih banyak mengandalkan jawaban langsung dari AI seperti ChatGPT, yang menggantikan kebutuhan untuk mengeklik banyak tautan. Meskipun jumlah kunjungan menurun, tiap kunjungan yang tersisa menunjukkan perhatian yang lebih nyata, berupa maksud dan investasi waktu pengguna.Model bahasa besar (LLM) yang digunakan oleh AI kini dapat mengakses dan menggabungkan informasi dari berbagai sumber di internet, seperti forum Reddit, video YouTube, hingga situs penelitian. Ini membuat setiap orang berpotensi menjadi media dan berpengaruh, sehingga para pemasar harus menyadari bahwa dunia media saat ini sangat dinamis dan saling terkait.Penggunaan AI juga mengubah pola pencarian pengguna: pertanyaan umum sering dijawab langsung oleh AI tanpa perlu klik, sementara pertanyaan yang lebih spesifik mendorong pengguna untuk mengunjungi sumber eksternal yang kredibel. Oleh karena itu, kualitas dan kuantitas konten yang relevan sekarang menjadi kunci untuk tetap terlihat dan dipercaya.Akhirnya, generative AI mendorong kita untuk berhenti fokus pada berapa banyak orang yang melihat, dan mulai mengukur apakah pesan itu benar-benar sampai, tersebar, dan melekat. Ini menandai era baru pengukuran media yang lebih jujur dan bernilai, bukan hanya sekadar angka kosong.