Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Robot Biksu Humanoid Pertama Korea Selatan Tampil di Upacara Buddha

Teknologi
Robotika
News Publisher
10 Mei 2026
124 dibaca
1 menit
Robot Biksu Humanoid Pertama Korea Selatan Tampil di Upacara Buddha

AI summary

Gabi adalah robot biksu humanoid pertama di Korea Selatan.
Robot ini diperkenalkan di Kuil Jogye dan berpartisipasi dalam perayaan Waisak.
Debut Gabi menarik perhatian publik dan menghadirkan inovasi dalam praktik keagamaan.
Robot biksu humanoid pertama Korea Selatan, bernama Gabi, melakukan debut publik di Kuil Jogye menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Buddha pada 6 Mei 2026. Gabi mengenakan jubah tradisional dan mengikuti prosesi ritual di hadapan para biksu.Dalam upacara tersebut, Gabi menunjukkan sikap hormat dengan melipat tangan dan membungkuk serta menerima kalung tasbih sebagai simbol penerimaan dalam ritual. Keikutsertaan robot ini mendapat liputan dari Yonhap dan Reuters dan menarik perhatian besar publik.Kuil Jogye berencana melibatkan Gabi dalam festival lampion yang merupakan tradisi terbesar umat Buddha di Seoul. Kehadiran robot ini menunjukkan integrasi antara teknologi modern dan tradisi spiritual yang dapat mempengaruhi perkembangan sosial dan budaya di masa depan.

Experts Analysis

Prof. Kim Min-soo, Ahli Robotika Universitas Seoul
Inisiatif ini merupakan terobosan luar biasa dalam penerapan robot humanoid pada konteks sosial dan budaya, yang dapat membuka jalan bagi pengembangan lebih lanjut robot yang mendukung kegiatan manusia sehari-hari secara emosional dan ritual.
Dr. Lee Ji-eun, Peneliti Studi Agama dan Teknologi
Penggabungan teknologi dengan ritual keagamaan membawa dimensi baru dalam dinamika praktik religius kontemporer, walaupun hal ini harus tetap dijaga agar tidak mengurangi makna spiritual dan nilai-nilai dasar agama.
Editorial Note
Debut Gabi sebagai robot biksu adalah langkah inovatif yang menggabungkan teknologi canggih dengan tradisi spiritual, menunjukkan bahwa keagamaan tidak selalu harus konservatif atau terpisah dari kemajuan zaman. Namun, perlu juga diperhatikan bagaimana penerimaan masyarakat luas agar teknologi ini tidak menghilangkan esensi kemanusiaan dalam praktik keagamaan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.