AI summary
Buddharoid merupakan inovasi dalam penggunaan robotika untuk praktik spiritual. Teknologi AI dapat membantu mengatasi tantangan populasi menua di Jepang. Penggunaan robot pendeta dapat mempertahankan tradisi dan ritual agama dalam masyarakat yang berubah. Di Kyoto, Jepang, para peneliti di Universitas Kyoto memperkenalkan Buddharoid, sebuah robot humanoid yang dilatih menggunakan ajaran Buddha dan dapat melakukan gestur serta menjawab pertanyaan spiritual layaknya seorang biksu. Robot ini dibekali dengan chatbot AI bernama BuddhaBot-Plus yang berbasis teknologi ChatGPT dari OpenAI.Dalam sebuah demonstrasi di salah satu kuil, Buddharoid menampilkan kemampuan berkomunikasi yang alami dengan gerakan seperti membungkuk dan menyatukan tangan untuk berdoa. Robot ini mampu merespon berbagai pertanyaan dari masalah pribadi hingga isu sosial berdasarkan kitab suci Buddha.Sebelumnya, sudah ada Mindar, robot pendeta lain yang beroperasi di kuil Kodai-ji, Kyoto, sejak tahun 2019. Mindar juga menggunakan model bahasa besar untuk meniru gaya komunikasi manusia dan melaksanakan ritual keagamaan yang tradisional.Teknologi robotika ini menjadi solusi karena kondisi demografis Jepang yang membuat kuil-kuil kekurangan pendeta dan pengikut. Penggunaan humanoid membantu menjaga tradisi, memberikan pelayanan keagamaan, dan menjembatani keterbatasan sumber daya di kuil.Universitas Kyoto memproyeksikan bahwa ke depan robot humanoid akan semakin banyak digunakan dalam kegiatan keagamaan, membantu atau bahkan melakukan beberapa ritual yang selama ini dijalankan secara manual oleh manusia, sehingga membawa perubahan signifikan dalam budaya dan praktik keagamaan.
Integrasi robot dan AI dalam praktik keagamaan menunjukkan kemajuan teknologi yang mengadaptasi kebutuhan sosial dan budaya masa kini. Namun, ada risiko kehilangan nilai spiritual dan kedalaman pengalaman manusiawi yang hanya dapat diberikan oleh pendeta hidup, sehingga pendekatan ini harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian dan penghormatan terhadap tradisi.