Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Waspada Modus Baru Kejahatan Siber Melalui Layanan Edit Foto Selfie Berbahaya

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
08 Mei 2026
63 dibaca
1 menit
Waspada Modus Baru Kejahatan Siber Melalui Layanan Edit Foto Selfie Berbahaya

AI summary

Hati-hati dengan layanan edit foto yang tidak jelas, karena bisa menjadi sarana penipuan.
Verifikasi yang diminta oleh layanan mencurigakan dapat menjadi tanda adanya ancaman malware.
Selalu lakukan pemeriksaan terhadap keaslian layanan yang digunakan untuk menghindari kejahatan siber.
Baru-baru ini ditemukan modus kejahatan siber yang memanfaatkan layanan edit foto selfie online dengan menawarkan penghapusan latar belakang secara gratis. Situs web ini mengelabui pengguna dengan manipulasi SEO agar mudah ditemukan dan menarik banyak korban.Setelah pengguna mengunggah foto, mereka diminta melakukan verifikasi dengan menjalankan perintah melalui Windows Run, yang sebenarnya memasang malware berbahaya seperti CastelLoader, NetSupport RAT, dan CastleStealer. Malware ini mencuri data pribadi, kredensial peramban, serta informasi dompet kripto dan aplikasi chatting.Dampaknya sangat serius karena korban bisa kehilangan data penting dan terancam serangan lanjutan. Untuk pencegahan, penting memastikan layanan yang digunakan sah dan administrator dapat menonaktifkan pintasan Win+R agar pengguna tidak mudah menjalankan kode berbahaya.

Experts Analysis

Bruce Schneier
Penggunaan teknik manipulasi sosial dan pemanfaatan alat sistem operasi seperti Windows Run dalam distribusi malware menunjukkan bagaimana ancaman digital semakin menggabungkan metode teknis dengan psikologi pengguna.
Mikko Hypponen
Malware seperti CastleStealer sangat berbahaya karena dapat mengakses informasi sensitif dan kredensial yang dapat digunakan untuk kejahatan lebih lanjut, sehingga penting bagi pengguna untuk selalu skeptis terhadap permintaan verifikasi tidak lazim.
Editorial Note
Modus operandi yang memanfaatkan kepercayaan pengguna terhadap layanan edit foto sangat cerdik karena banyak orang suka mengubah foto selfie mereka. Ini menunjukkan kebutuhan mendesak untuk edukasi keamanan siber yang lebih luas agar pengguna tidak sembarangan menjalankan perintah dari sumber yang tidak diverifikasi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.