Modus Pixnapping Curi Kode OTP di HP Android dalam 30 Detik
Teknologi
Keamanan Siber
14 Okt 2025
168 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Modus pixnapping merupakan ancaman baru bagi pengguna HP Android yang dapat mencuri data sensitif dengan cepat.
Pentingnya waspada terhadap aplikasi jahat yang dapat diinstal tanpa izin sistem dan kemampuan mereka untuk mencuri informasi di layar.
Meskipun ada pembaruan keamanan dari Google, ancaman dari aplikasi jahat masih bisa efektif, sehingga pengguna harus lebih berhati-hati.
Penjahat siber kini memakai teknik baru bernama pixnapping untuk mencuri kode OTP dan data sensitif lainnya di HP Android dengan sangat cepat, yaitu hanya dalam waktu 30 detik saja. Teknik ini menggunakan aplikasi jahat yang bisa membaca tampilan layar tanpa harus mendapat izin khusus dari sistem operasi.
Aplikasi jahat tersebut akan mengawasi tampilan layar HP korban dan merekam setiap piksel yang muncul. Informasi yang terekam kemudian dipetakan lagi menjadi huruf, angka, atau simbol yang biasanya digunakan sebagai password atau kode sensitif lain, termasuk chat dan email.
Meskipun Google sudah meluncurkan pembaruan keamanan untuk mencegah serangan seperti ini, peneliti menemukan bahwa aplikasi berbahaya tersebut masih bisa berfungsi dengan beberapa modifikasi, bahkan pada HP Android terkenal sekalipun.
Metode serangan ini memanfaatkan kerentanan di GPU HP sehingga dapat membaca dan memetakan ulang piksel layar menjadi data sensitif. Serangan ini bukan hanya menyerang kode OTP, tapi juga semua data yang tampil di layar yang bersifat rahasia dan penting.
Pengguna HP Android disarankan untuk selalu berhati-hati ketika menginstal aplikasi, terutama yang tidak jelas sumbernya, serta selalu mengupdate sistem keamanan HP untuk mengurangi risiko serangan pixnapping. Selain itu, pemakaian metode keamanan tambahan dapat mengurangi potensi pencurian data secara visual ini.
Analisis Ahli
Ars Technica Peneliti
Meski Google sudah memberikan update mitigasi, kami menemukan aplikasi pixnapping masih dapat berjalan efektif dengan beberapa modifikasi, menunjukkan perlunya solusi keamanan yang lebih mendalam di level GPU dan sistem operasi.
