Waspada Risiko Data Pribadi Saat Ikut Tren Karikatur AI Viral
Courtesy of CNBCIndonesia

Waspada Risiko Data Pribadi Saat Ikut Tren Karikatur AI Viral

Memberikan peringatan kepada pengguna tentang risiko keamanan menggunakan tren pembuatan karikatur AI yang berpotensi membocorkan data pribadi penting serta mengedukasi tentang langkah mitigasi agar terhindar dari penipuan siber.

24 Feb 2026, 11.45 WIB
275 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penggunaan AI untuk membuat karikatur dapat membuka risiko kebocoran data pribadi.
  • Pentingnya memahami dan menerapkan kebersihan digital saat menggunakan layanan AI.
  • Literasi digital yang rendah meningkatkan kerentanan terhadap penipuan berbasis rekayasa sosial.
Jakarta, Indonesia - Saat ini banyak orang sedang mengikuti tren membuat foto animasi atau karikatur menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Mereka mengunggah foto pribadi dan informasi tentang diri seperti pekerjaan, hobi, dan keluarga untuk mendapatkan gambar menarik versi animasi. Namun, di balik keseruan ini ada risiko keamanan digital yang serius yang perlu diketahui.
Para ahli dari Kaspersky menjelaskan bahwa saat pengguna memberikan begitu banyak data kepada alat AI, termasuk nama, jabatan, lokasi, dan foto, mereka tidak sadar telah membentuk profil digital lengkap yang bisa saja disalahgunakan oleh penjahat siber.
Profil digital ini memungkinkan penipu membuat skema penipuan yang sangat personal dan meyakinkan karena berisi informasi detail tentang korban, seperti tempat kerja dan keluarga, yang biasanya tidak dimiliki penipu dalam penipuan phishing biasa.
Risiko ini makin tinggi di Asia Pasifik di mana penggunaan AI sangat luas namun literasi keamanan siber masih rendah, sehingga pengguna mudah tertipu oleh rekayasa sosial yang menggunakan data dari tren karikatur AI.
Sebagai antisipasi, Kaspersky menyarankan agar pengguna berhati-hati dan tidak memasukkan data yang mudah dikenali pada platform AI, menghindari foto dengan logo atau dokumen penting, serta selalu membaca kebijakan privasi layanan untuk memahami bagaimana data mereka digunakan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260224104631-37-713336/ubah-foto-jadi-animasi-pakai-ai-ahli-warning-bisa-bobol-rekening

Analisis Ahli

Adrian Hia
"Setiap detail pribadi yang diberikan pengguna kepada AI membuat skema rekayasa sosial penipuan menjadi jauh lebih efektif dan sulit dideteksi."

Analisis Kami

"Tren ini jelas menyuguhkan hiburan menarik, tapi mengorbankan privasi pengguna secara besar-besaran tanpa disadari. Tanpa edukasi dan kebersihan digital yang baik, masyarakat akan semakin rentan menjadi korban kejahatan siber yang memanfaatkan data lengkap dari aktivitas AI tersebut."

Prediksi Kami

Risiko penipuan siber yang semakin canggih dan personal akan meningkat seiring makin populernya penggunaan AI untuk membuat konten digital, terutama apabila literasi keamanan digital pengguna tidak meningkat.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dimaksud dengan tren mengubah foto pribadi menjadi versi animasi?
A
Tren ini melibatkan pengguna yang mengunggah foto pribadi dan meminta AI untuk membuat karikatur atau ilustrasi berdasarkan informasi yang diketahui tentang mereka.
Q
Apa risiko utama yang dihadapi pengguna saat menggunakan layanan AI untuk membuat karikatur?
A
Risiko utama adalah kebocoran data pribadi yang dapat dimanfaatkan untuk serangan penipuan yang lebih terpersonalisasi.
Q
Mengapa informasi pribadi yang dibagikan dapat dimanfaatkan untuk penipuan?
A
Informasi yang dibagikan dapat membentuk profil digital yang lengkap, memudahkan penjahat siber untuk merancang penipuan yang lebih meyakinkan.
Q
Siapa yang memberikan peringatan tentang risiko ini dan dari organisasi mana?
A
Peringatan ini diberikan oleh Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky.
Q
Apa langkah mitigasi yang disarankan untuk menjaga keamanan data pribadi?
A
Langkah mitigasi yang disarankan termasuk tidak membagikan informasi yang mudah diidentifikasi dan meninjau kebijakan privasi platform sebelum digunakan.