Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

El Nino 2026 Picu Ancaman Kebakaran Hutan, Tata Kelola Kehutanan Jadi Kunci

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
08 Mei 2026
25 dibaca
1 menit
El Nino 2026 Picu Ancaman Kebakaran Hutan, Tata Kelola Kehutanan Jadi Kunci

AI summary

El Nino dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Penggunaan api yang sembarangan dalam pembukaan lahan menjadi faktor utama penyebab kebakaran.
Tata kelola kehutanan yang baik dan kolaborasi antara berbagai pihak diperlukan untuk mencegah karhutla.
Indonesia diprediksi akan menghadapi musim kemarau lebih kering dan panjang pada 2026 akibat fenomena El Nino. Sekitar 7% Zona Musim sudah mengalami kemarau sejak Maret dan risiko kebakaran hutan meningkat. Kondisi ini menjadi perhatian utama karena dapat memicu karhutla besar.Karhutla di Indonesia lebih banyak disebabkan oleh penggunaan api sembarangan dalam pembukaan lahan, terutama metode bakar yang tidak dilengkapi sekat api. Selain itu, lemahnya tata kelola kehutanan dan minimnya koordinasi antar pemangku kepentingan memperparah risiko. BMKG dan pemerintah berupaya menguatkan sistem peringatan dini sebagai mitigasi.Tanpa perbaikan tata kelola kehutanan yang signifikan dan edukasi masyarakat, Indonesia berpotensi mengalami kebakaran besar seperti 2015 yang berdampak luas pada kesehatan dan ekonomi. Langkah konkret di lapangan seperti patroli dan pembatasan penggunaan api jadi kunci pencegahan. Kolaborasi berbagai pihak dianggap sangat penting untuk mengurangi risiko selama musim kemarau kering.

Experts Analysis

Fiqri Ardiansyah
El Nino meningkatkan risiko karhutla karena mengeringkan vegetasi hutan, namun pemicu utama adalah penggunaan api yang sembarangan. Pengelolaan lahan yang baik dan kolaborasi antara pengelola hutan, perusahaan, dan masyarakat sangat penting untuk menekan risiko kebakaran.
Editorial Note
Meskipun faktor cuaca seperti El Nino memperburuk kondisi kekeringan, akar masalah kebakaran hutan di Indonesia tetap berada pada perilaku manusia dan tata kelola yang lemah. Tanpa pendekatan kolaboratif yang serius dan penguatan pengawasan di lapangan, mitigasi risiko karhutla akan sulit tercapai meskipun teknologi peringatan dini sudah ada.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.