Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat dan Lebih Panjang

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
11 Mar 2026
216 dibaca
1 menit
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat dan Lebih Panjang

AI summary

Musim kemarau 2026 diprediksi datang lebih cepat dan lebih kering dari biasanya.
BMKG mengingatkan pentingnya antisipasi terkait dampak musim kemarau di sektor pangan dan sumber daya air.
Fenomena iklim global seperti La Nina dan El Niño mempengaruhi pola cuaca di Indonesia.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 akan lebih cepat datang di sebagian besar wilayah Indonesia dimulai pada April. Faktor utama percepatan kemarau adalah berakhirnya fenomena La Nina dan potensi munculnya El Niño pada pertengahan tahun.Sebanyak 46,5% wilayah Indonesia diperkirakan mengalami musim kemarau lebih cepat dari biasanya, dengan puncaknya pada Agustus. Curah hujan diprediksi lebih rendah dari rata-rata pada 64,5% wilayah, sehingga durasi kemarau lebih panjang dari normal.BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera melakukan langkah antisipasi, terutama pada sektor pangan, pengelolaan sumber daya air, dan menyesuaikan siklus panen agar dampak kekeringan dapat diminimalisasi.

Experts Analysis

Teuku Faisal Fathani
Pergeseran iklim global dari La Nina ke netral hingga El Niño berpotensi mempercepat awal kemarau, sehingga perlu antisipasi dini dari seluruh lapisan masyarakat.
Ardhasena Sopaheluwakan
Perlu pemantauan terus-menerus terhadap perkembangan Zona Musim (ZOM) agar prediksi musim kemarau dapat menjadi dasar pengambilan keputusan di sektor pertanian dan pengelolaan air.
Editorial Note
Percepatan musim kemarau tahun ini merupakan sinyal kuat bahwa pemanasan global dan pola iklim di Indonesia mulai mengalami perubahan signifikan yang berdampak langsung pada siklus tanam dan ketersediaan air. Pemerintah dan masyarakat harus segera mengadopsi metode pertanian yang lebih tahan kekeringan dan pengelolaan sumber daya air yang cermat agar tidak mengalami krisis pangan berkepanjangan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.