Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Abrasi Tinggi dan Penurunan Tanah di Pantura: Ancaman Serius Bagi Pesisir Jawa

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
06 Mei 2026
220 dibaca
1 menit
Abrasi Tinggi dan Penurunan Tanah di Pantura: Ancaman Serius Bagi Pesisir Jawa

AI summary

Tingkat abrasi di Pantai Utara Jawa sangat tinggi, mencapai 65,8%.
Modifikasi lingkungan dan tekanan demografi menyebabkan erosi yang parah di kawasan pesisir.
Pentingnya pendekatan yang berbasis riset dan keseimbangan ekosistem dalam pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.
Peneliti BRIN menemukan tingkat abrasi sebesar 65,8% di Pantai Utara Jawa yang berlangsung sejak tahun 2000 hingga 2024 dengan data dari citra satelit Sentinel. Modifikasi aktivitas di hulu sungai dan pembangunan tidak terkendali memperparah kondisi pesisir yang secara geologi mudah tererosi.Penurunan muka tanah dilaporkan hingga 16 cm per tahun di Demak dan juga signifikan di sejumlah lokasi lain seperti Jakarta dan Sidoarjo. Kerusakan ini disebabkan alih fungsi lahan besar-besaran, pembabatan mangrove, serta struktur penahan ombak yang sporadis dan tidak terintegrasi.Situasi ini mengancam infrastruktur dan mata pencaharian masyarakat pesisir seperti tambak yang tergenang air laut. Penanganan perlu dilakukan dengan kebijakan lintas sektoral berdasarkan riset ilmiah dan menjaga keseimbangan ekosistem, bukan sekadar pembangunan fisik.

Experts Analysis

Jatnika Effendi (Ahli Geologi Pesisir)
Fenomena ini mencerminkan kegagalan pengelolaan sumber daya alam di pesisir yang harus segera diatasi dengan perbaikan tata kelola dan konservasi mangrove.
Samsul Bahri (Ahli Hidrologi dan Lingkungan)
Modifikasi sungai tanpa kajian dampak lingkungan yang serius mempercepat erosi dan menurunnya daya dukung ekosistem pesisir.
Editorial Note
Masalah abrasi dan penurunan muka tanah di Pantura merupakan akibat dari kombinasi tekanan alam dan manusia yang tidak terkendali. Pendekatan fragmentaris selama ini gagal karena tidak mempertimbangkan karakteristik lokal dan dampak sistemik, sehingga solusi harus berupa kolaborasi lintas sektor yang didukung data ilmiah yang akurat.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.