TLDR
Penggunaan AI dalam penelitian ilmiah meningkat pesat, membentuk tantangan bagi kualitas kontrol. Ada perlombaan antara penggunaan AI yang tidak etis dan upaya untuk mendeteksi konten yang dihasilkan AI. Deteksi AI dapat membantu mengidentifikasi konten yang dihasilkan oleh model bahasa besar, tetapi ada batasan dalam akurasinya. Penggunaan teks yang dihasilkan oleh AI dalam manuskrip dan laporan peer-review ilmiah meningkat pesat sejak diluncurkannya ChatGPT pada November 2022. Studi pertama yang menganalisis penggunaan AI di jurnal dan platform preprint menunjukkan tren ini menyebar pesat di berbagai bidang.Peneliti dari beberapa studi menggunakan alat deteksi AI untuk memindai ribuan dokumen ilmiah, menemukan bahwa hingga 42% pengajuan manuskrip dan lebih dari 30% laporan peer-review mengandung teks AI. Di bidang komputer, penggunaan AI dalam preprint meningkat dari 7% pada 2023 menjadi 43% pada 2025.Fenomena ini mengindikasikan awal era baru dalam penelitian ilmiah, menghadapkan sistem pengendalian mutu pada tantangan besar dalam membedakan dan mengelola konten yang dihasilkan AI. Hal ini penting agar kualitas dan integritas literatur ilmiah tetap terjaga dan dampak negatif pada pengetahuan dapat diminimalkan.