Penggunaan AI dalam Peer Review Meningkat, Tapi Masih Ada Tantangan Besar
Teknologi
Kecerdasan Buatan
15 Des 2025
63 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penggunaan AI dalam tinjauan sejawat semakin meningkat di kalangan peneliti.
Ada kebutuhan untuk kebijakan yang lebih baik dalam publikasi ilmiah terkait dengan penggunaan AI.
Eksperimen menunjukkan bahwa meskipun AI dapat membantu, ketergantungan pada alat tersebut bisa berbahaya tanpa pengawasan manusia.
Sekarang, lebih banyak peneliti yang mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses peer review, yaitu tahap penilaian kualitas sebuah manuskrip ilmiah. Survei dari penerbit Frontiers mengungkap bahwa lebih dari separuh peneliti telah menggunakan AI untuk membantu mereka dalam mengulas manuskrip yang masuk.
Meskipun AI semakin dipakai, banyak penerbit, termasuk Frontiers, menetapkan aturan bahwa penggunaan AI harus diungkapkan dan tidak boleh membahayakan kerahasiaan manuskrip. Mereka juga melarang pengunggahan manuskrip yang belum dipublikasikan ke layanan chatbot demi melindungi hak kekayaan intelektual penulis.
Para peneliti yang menggunakan AI dalam peer review memanfaatkannya untuk berbagai tujuan, seperti membantu menulis laporan review, merangkum isi manuskrip, serta mendeteksi tanda-tanda plagiarisme atau duplikasi gambar yang bisa mengindikasikan kecurangan.
Namun, hasil uji coba menunjukkan bahwa meskipun AI seperti GPT-5 bisa meniru struktur dan bahasa laporan peer review, teknologi ini belum mampu memberikan kritik yang mendalam dan akurat. Bahkan pemberian konteks tambahan pun tidak meningkatkan kualitas review yang dihasilkan AI.
Karena itu, para ahli menekankan bahwa penggunaan AI dalam peer review harus dilakukan secara bertanggung jawab dan disertai dengan pelatihan serta pedoman yang jelas agar manfaat AI bisa maksimal tanpa mengorbankan kualitas dan integritas ilmiah.
Analisis Ahli
Elena Vicario
Penggunaan AI dalam peer review harus dihadapi dengan realitas yang ada, tetapi harus juga diatur dengan pedoman jelas dan tanggung jawab manusia.Mohammad Hosseini
Survei ini penting untuk memahami tingkat penerimaan dan konteks penggunaan AI dalam peer review dan integritas penelitian.Mim Rahimi
AI saat ini bisa meniru format dan bahasa laporan peer review, tapi gagal memberikan kritik yang konstruktif dan sering membuat kesalahan faktual.
