Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Klaim Kuasai Kekuatan Komputasi AI Terbesar, Lampaui AS Jauh

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
23 Apr 2026
72 dibaca
1 menit
China Klaim Kuasai Kekuatan Komputasi AI Terbesar, Lampaui AS Jauh

AI summary

China melaporkan kekuatan kecerdasan buatan domestik yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan data internasional.
Amerika Serikat tidak memiliki angka tunggal untuk kekuatan komputasi AI karena infrastruktur yang dikuasai oleh sektor swasta.
Estimasi menunjukkan bahwa AS memiliki sebagian besar kapasitas global untuk kecerdasan buatan.
China mengumumkan telah mencapai 1.882 exaflops dalam kekuatan komputasi domestik AI, jumlah yang jauh melebihi laporan publik dan daftar ranking global. Pengumuman ini mengindikasikan bahwa kapasitas AI China jauh lebih besar dari yang sebelumnya diperkirakan oleh dunia.Menurut data Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China, angka ini 6.000 kali lebih besar dari catatan superkomputer China di Top500, sementara Amerika Serikat tetap mendominasi daftar tersebut tanpa angka nasional resmi karena infrastruktur swasta. Perbedaan ini menimbulkan dugaan adanya 'dark pool' kapasitas yang tidak dipublikasikan.Kenaikan pesat kekuatan komputasi China bisa menggeser keseimbangan kekuatan dalam persaingan AI global dan memicu strategi baru dari negara-negara besar, khususnya AS, dalam memperkuat teknologi dan infrastrukturnya demi menjaga dominasi pasar AI.

Experts Analysis

Kai-Fu Lee
Kekuatan komputasi yang besar pasti akan mempercepat penelitian AI, tetapi kemampuan pemanfaatan teknologi juga harus diperhitungkan untuk mengubah potensi tersebut menjadi keunggulan nyata.
Fei-Fei Li
Angka exaflops sangat mengesankan, namun perlu diperhatikan bahwa kualitas data, algoritma, dan ekosistem AI juga sama pentingnya dalam mempertahankan keunggulan teknologi.
Editorial Note
Laporan ini mengindikasikan bahwa China benar-benar berinvestasi besar-besaran di bidang AI yang mungkin belum terdeteksi oleh standar internasional saat ini, membuat data publik selama ini kurang representatif. Jika trennya berlanjut, posisi dominan AS dalam teknologi AI bisa tergeser dalam waktu dekat, yang membuka dinamika geostrategis baru di ranah teknologi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.