AI summary
China memiliki pendekatan unik dalam pengembangan industri kecerdasan buatan melalui infrastruktur yang kuat. Pasokan listrik yang murah di China mendukung riset dan inovasi dalam teknologi AI. Permintaan listrik untuk pusat data di China diperkirakan akan meningkat secara signifikan dalam dekade mendatang. China mengambil pendekatan 'infrastruktur dahulu' dalam mengembangkan industri kecerdasan buatannya (AI). Strategi ini meliputi pembangunan infrastruktur energi dan pusat data secara cepat yang sangat dibutuhkan untuk mendukung riset dan pengembangan teknologi AI yang modern.Menurut Zhang Yutong, presiden Kimi model developer Moonshot AI, pasokan listrik yang murah merupakan faktor penting yang memungkinkan penelitian dan inovasi AI berjalan dengan lancar. Energi yang memadai sangat dibutuhkan untuk melatih model AI yang kompleks dan besar.Dewan ahli dari Brookings Institution menyebutkan bahwa kebutuhan listrik untuk data center di China diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 5 tahun ke depan, mencapai sekitar 277 terawatt-jam pada tahun 2030. Pertumbuhan ini diperkirakan tidak akan menjadi kendala bagi China.Sementara itu, negara-negara lain seperti Amerika Serikat menghadapi masalah kekurangan pasokan listrik. Perusahaan teknologi besar seperti Google dan Meta bahkan terpaksa membeli aset energi untuk menjamin pasokan listriknya agar pelatihan model AI dapat berjalan tanpa gangguan.Dengan kemampuan menyediakan energi murah dan infrastruktur data center yang berkembang pesat, China berada di posisi unik untuk memimpin inovasi dan perkembangan teknologi AI di tingkat global dalam beberapa tahun ke depan.
Strategi China yang fokus pada pembangunan infrastruktur energi sebagai fondasi pengembangan AI adalah langkah yang sangat strategis, mengingat kebutuhan listrik besar untuk melatih model AI terbaru. Sementara negara lain menghadapi kendala energi, China akan mendapatkan keunggulan teknologi yang sulit dikejar karena dukungan infrastrukturnya yang matang.