Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Peretasan Besar Kelp DAO Rp4,5 Triliun, Korea Utara Dituduh Jadi Dalang

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
21 Apr 2026
217 dibaca
1 menit
Peretasan Besar Kelp DAO Rp4,5 Triliun, Korea Utara Dituduh Jadi Dalang

AI summary

Kelp DAO mengalami salah satu peretasan terbesar dalam sejarah cryptocurrency.
Korea Utara terlibat dalam pencurian cryptocurrency yang signifikan melalui kelompok peretas.
Keamanan dalam protokol crypto perlu diperkuat untuk mencegah peretasan di masa depan.
Lebih dari 290 juta dolar AS kripto dicuri dari Kelp DAO, sebuah protokol yang memungkinkan pengguna mendapatkan hasil dari investasi kripto yang tidak aktif. Peretasan ini terjadi selama akhir pekan dan menjadi pencurian kripto terbesar tahun ini sejauh ini.LayerZero menuduh kelompok peretas Korea Utara yang dikenal sebagai TraderTraitor berada di balik serangan tersebut. Kerentanan utama yang dieksploitasi adalah kurangnya mekanisme verifikasi ganda di Kelp DAO yang memudahkan persetujuan transaksi palsu.Dampak dari peretasan ini memperingatkan komunitas kripto terhadap risiko keamanan dalam protokol DeFi dan memperjelas bagaimana aktor negara menggunakan kejahatan siber untuk mendapatkan dana ilegal, yang juga memicu kebutuhan akan perbaikan keamanan dan regulasi.

Experts Analysis

Andreas M. Antonopoulos
Serangan ini menggarisbawahi kebutuhan krusial untuk pengembangan standar keamanan di seluruh jembatan lintas blockchain, karena kerentanan dalam satu protokol dapat menyebabkan kerugian besar secara sistemik.
Katie Haun
Kelalaian dalam mengadopsi proses verifikasi ganda adalah pelajaran penting bagi seluruh proyek DeFi, dan atribut serangan ini kepada aktor negara menekankan dimensi geopolitik yang semakin penting dalam keamanan kripto.
Editorial Note
Peretasan Kelp DAO menunjukkan betapa pentingnya penerapan protokol keamanan berlapis dalam ekosistem blockchain, terutama verifikasi multi-tahap sebelum transaksi disetujui. Tuduhan terhadap Korea Utara menandai kecanggihan dan persistensi aktor negara dalam kejahatan siber yang menargetkan aset digital sebagai sumber pendanaan alternatif.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.