Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rekor Baru! Kripto Senilai 2,7 Miliar Dolar Dicuri Tahun 2025

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (3mo ago) cryptocurrency (3mo ago)
24 Des 2025
217 dibaca
2 menit
Rekor Baru! Kripto Senilai 2,7 Miliar Dolar Dicuri Tahun 2025

Rangkuman 15 Detik

Pencurian cryptocurrency mencapai rekor tertinggi pada tahun 2025 dengan total $2,7 miliar.
Hacker yang terkait dengan pemerintah Korea Utara merupakan pelaku utama dalam pencurian tersebut.
Bursa crypto dan proyek DeFi terus menjadi target utama serangan siber, menunjukkan kerentanan di industri.
Pada tahun 2025, pencurian cryptocurrency mencapai rekor tertinggi dengan total sebesar 2,7 miliar dolar AS yang berhasil dicuri oleh para peretas. Serangan-serangan ini menargetkan berbagai bursa kripto serta proyek-proyek decentralized finance (DeFi). Hal ini menjadi tanda bahwa kejahatan siber di dunia digital terutama di ranah kripto masih sangat masif dan berkembang. Peretasan terbesar dilakukan di platform Bybit yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, di mana para peretas berhasil mengambil sekitar 1,4 miliar dolar AS dalam bentuk kripto. Kelompok peretas terkemuka yang berasal dari pemerintah Korea Utara dituduh sebagai pelaku utama di balik kejahatan besar ini bersama dengan serangan-serangan kripto besar lainnya sepanjang tahun. Sebelumnya, pada tahun 2022 terdapat dua peretasan besar yang meraup lebih dari 600 juta dolar AS masing-masing dari Ronin Network dan Poly Network. Data dari perusahaan analisis blockchain seperti Chainalysis dan TRM Labs menunjukan bahwa kejahatan ini terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan 2,2 miliar dolar AS yang dicuri pada 2024 dan 2 miliar pada 2023. Selain Bybit, serangan besar juga menimpa berbagai proyek lain seperti DEX Cetus (223 juta dolar AS), Balancer (128 juta dolar AS), serta Phemex dengan kerugian sebesar 73 juta dolar AS. Kejahatan ini tidak hanya merugikan investor dan platform tapi juga berkontribusi terhadap pendanaan program nuklir Korea Utara yang mendapat sanksi internasional. Situasi ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber semakin pintar dan terorganisir dengan baik, khususnya yang berasal dari aktor berafiliasi dengan negara. Oleh karena itu, sangat penting bagi dunia kripto dan masyarakat luas untuk meningkatkan kesadaran keamanan dan memperkuat sistem proteksi untuk menghadapi ancaman siber yang terus meningkat.

Analisis Ahli

Andreas Antonopoulos
Kripto hanya akan seaman implementasi dan kesadaran penggunanya; fokus pada edukasi penting untuk memperkecil risiko serangan.
Bruce Schneier
Ancaman siber dari aktor negara seperti Korea Utara menandai era baru ancaman terhadap infrastruktur keuangan digital yang memerlukan pendekatan keamanan yang jauh lebih matang.