CEO Ford Pilih Mobil Listrik China karena Harga Terjangkau dan Inovasi Terbaru
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
20 Apr 2026
259 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Jim Farley dari Ford lebih memilih mobil listrik dari China karena inovasi dan harga yang lebih terjangkau.
Kemajuan industri otomotif di China perlu dihormati dan ditakuti oleh perusahaan-perusahaan lain.
Ford beradaptasi dengan permintaan pasar yang menginginkan kendaraan listrik yang lebih terjangkau dan beragam.
CEO Ford Jim Farley memilih menggunakan mobil listrik asal China seperti Xiaomi SU7 EV dan BYD ketimbang Tesla, menyoroti perubahan strategi perusahaan dalam menghadapi pasar kendaraan listrik di AS. Farley berpendapat Tesla kurang memperbarui kendaraannya sementara mobil China menawarkan keunggulan dari sisi harga dan manufaktur.
Farley menilai mobil listrik China unggul dalam harga jual, efisiensi rantai pasok, serta keahlian manufakturnya. Ford mulai mengalihkan fokus produksi dari truk pikap listrik F-150 Lightning ke kendaraan yang lebih kecil, terjangkau, dan hibrida, dengan harga target sekitar Rp 501.00 ribu (US$30.000) yang lebih diminati pasar Amerika Serikat.
Langkah Ford ini menandakan pengakuan terhadap kemajuan industri otomotif China yang dianggap sebagai ancaman sekaligus peluang. Ford berupaya menggunakan daya saing harga China untuk memenangkan pasar dengan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan lokal, sehingga persaingan mobil listrik di AS diprediksi semakin ketat.
Analisis Ahli
Bob Safian
Mewawancarai langsung Farley dan menggali alasan strategis di balik memilih mobil listrik China menunjukkan pemahaman mendalam terhadap dinamika pasar otomotif global saat ini.


