Tesla Luncurkan Model Murah, Publik China Kritik Karena Fitur Dikurangi
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
08 Okt 2025
231 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Tesla meluncurkan versi lebih murah dari Model Y dan Model 3, namun tidak mendapatkan sambutan positif di China.
Netizen China lebih memilih produk lokal seperti Li i6 dibandingkan dengan versi terjangkau dari Tesla.
Industri mobil listrik di China menghadapi persaingan ketat dengan banyak perusahaan yang memangkas harga.
Tesla baru-baru ini merilis versi Model Y dan Model 3 dengan harga lebih murah di pasar China. Harga yang ditawarkan sekitar 39.990 USD untuk Model Y dan 36.990 USD untuk Model 3, lebih rendah sekitar 5.000 USD dibandingkan varian premiumnya. Tujuan penurunan harga ini adalah menarik lebih banyak konsumen di tengah persaingan ketat dengan produsen mobil listrik lokal.
Namun, versi murah Tesla ini menghilangkan beberapa fitur utama seperti jok kulit, radio, layar hiburan untuk penumpang belakang, hingga fitur 'Autosteer' dari perangkat lunak Autopilot. Hal ini membuat banyak netizen di platform Weibo menilai Tesla versi murah tersebut seperti mobil untuk pengemis. Reaksi negatif ini menunjukkan bahwa persepsi konsumen terhadap merek premium Tesla dapat terganggu.
Di sisi lain, beberapa pengguna menyatakan mereka tidak akan membeli mobil murah Tesla karena kualitasnya dinilai tidak sebaik mobil listrik lokal, seperti Li i6 dari Li Auto. Beberapa orang menyarankan agar lebih baik menambah sedikit uang untuk mendapatkan mobil listrik buatan lokal dengan fitur lebih lengkap. Ini menandai persaingan ketat antara merek asing dan dalam negeri di pasar mobil listrik China.
Meskipun banyak kritik, ada juga yang melihat peluang bahwa versi murah Tesla mungkin tetap akan laku keras karena harga yang lebih terjangkau. Namun, tidak sedikit pula yang secara jujur mengaku tertarik tapi belum mampu membeli. Tesla memang sebelumnya sudah mengurangi harga produk lain seperti Model 3, S, dan X untuk menarik pasar China yang semakin kompetitif.
Perang harga di industri mobil listrik China tidak hanya melibatkan Tesla, tetapi juga produsen lokal besar seperti BYD yang secara agresif memangkas harga meski berdampak pada laba bersih mereka. Persaingan ini menandakan dinamika pasar mobil listrik yang semakin ketat dan pentingnya keseimbangan antara harga dan fitur demi memenangkan hati konsumen.


