Tesla Alami Penurunan, Beralih Fokus ke AI dan Robotika
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
30 Jan 2026
276 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Tesla mengalami penurunan pendapatan dan laba untuk pertama kalinya.
Perusahaan beralih fokus dari kendaraan listrik ke AI dan robotika.
BYD telah menjadi produsen kendaraan listrik terbesar, menyalip Tesla.
Tesla mengalami penurunan pendapatan sebesar 3% pada tahun 2025, diikuti oleh penurunan laba hingga 61% pada kuartal terakhir tahun tersebut. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah perusahaan mengalami penurunan tahunan. Penurunan ini terjadi di tengah perubahan strategi bisnis Tesla yang bergerak dari fokus kendaraan listrik murni ke bidang kecerdasan buatan dan robotika.
Sebagai bagian dari strategi baru tersebut, Tesla menghentikan produksi dua model premium, Model S dan Model X. Pabrik di California yang selama ini memproduksi kedua model itu akan dialihfungsikan untuk memproduksi robot humanoid bernama Optimus, yang dinilai sebagai lini bisnis masa depan perusahaan.
Di sisi lain, posisi Tesla dalam pasar global kendaraan listrik mendapat tekanan besar dari perusahaan China, BYD, yang kini mengungguli Tesla dalam volume penjualan kendaraan listrik secara global. Hal ini menunjukkan persaingan yang semakin ketat di segmen EV.
Selain pengembangan robotika, Tesla juga melakukan investasi sebesar Rp 33.40 triliun (US$2 miliar) ke perusahaan AI milik Elon Musk, xAI. Keputusan ini dilakukan atas permintaan investor meski menuai sejumlah suara abstain dan penolakan dalam pemungutan suara pemegang saham. Rencana ambisius lain dari Tesla adalah meningkatkan belanja modal hingga Rp 334.00 triliun (US$20 miliar) sebagai upaya membangun masa depan perusahaan.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan dan kontroversi, termasuk reaksi negatif akibat keterlibatan Elon Musk dalam politik, saham Tesla tetap naik sekitar 2% setelah penutupan bursa. Analis menilai penghentian Model S dan Model X adalah langkah logis untuk fokus pada produk yang memiliki volume besar seperti Model 3 dan Model Y.
Analisis Ahli
Jessica Caldwell
Penghentian Model S dan Model X adalah langkah logis untuk Tesla agar dapat fokus pada model dengan volume penjualan besar, serta memaksimalkan ekspansi bisnis ke teknologi lain yang berpotensi lebih menguntungkan.

